MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Tahap Kedua terhadap warga terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero, Selasa (27/1/2026).
Agenda kemanusiaan tersebut dilaksanakan di tiga wilayah terdampak, yakni Kecamatan Kalitengah, Karangbinangun, dan Deket. Baksos kali ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya, sekaligus wujud komitmen Muhammadiyah Lamongan dalam membantu pemulihan pascabanjir.
Wakil Ketua PDM Lamongan, KH Mulyono AR, berharap agar pelaksanaan bakti sosial tahap kedua itu dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.
“Pelaksanaan bakti sosial tahap kedua oleh PDM Lamongan di wilayah Deket, Karangbinangun, dan Kalitengah, diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak. Bantuan yang disalurkan semoga bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabanjir,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id, Jumat (30/1/2026).
Sementara itu, Ketua PCM Kalitengah, Rodli SPd MPd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PDM Lamongan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga di wilayah terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PDM Lamongan. Bantuan ini sangat bermanfaat dan mampu meringankan beban warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero,” tuturnya.
Di sisi lain, salah seorang warga terdampak banjir juga menyampaikan apresiasinya. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berharap kondisi segera membaik.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PDM Lamongan. Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga banjir segera surut agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, kegiatan bakti sosial tersebut didukung oleh berbagai unsur Persyarikatan, di antaranya Lazismu, MDMC, MLHPB, MPKU, MPID PDM Lamongan, hingga berbagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat daerah.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Muhammadiyah Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana, sebagai wujud dakwah sosial dan kemanusiaan.














