MAKLUMAT — Upaya kaderisasi dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pembinaan generasi muda, termasuk oleh Tapak Suci Cabang 128 Sambikerep, Kota Surabaya, yang memberikan kepercayaan kepada kader-kader mudanya untuk mengelola kegiatan organisasi secara mandiri.
Para siswa dari jenjang kelas 7 hingga kelas 12 dipercaya menjadi panitia kegiatan Baitul Arqam dan Takjil on the Road yang digelar pada Sabtu (7/3/2026) di Masjid Al Qodar, Candi Lempung, Surabaya Barat.
Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar kader muda tersebut. Seluruh rangkaian acara dirancang dan dikoordinasikan sendiri oleh panitia muda, mulai dari penyusunan konsep kegiatan, penggalangan donasi, pelaksanaan acara sebagai pembawa acara dan moderator, hingga pengelolaan dokumentasi kegiatan.
Ketua Panitia, Maya Rovita Putri Dewi, mengaku semula sempat merasa ragu memimpin kegiatan tersebut. Namun berkat dukungan pimpinan cabang Tapak Suci serta para pelatih, ia bersama rekan-rekannya mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
“Ini pengalaman pertama bagi saya. Awalnya saya tidak yakin bisa melaksanakan kegiatan ini. Namun dengan dukungan pimpinan cabang Tapak Suci dan para pelatih, saya dan kawan-kawan berusaha menunjukkan bahwa kami mampu melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Maya, yang saat ini duduk di kelas 11, mengaku belum pernah terlibat sebagai panitia dalam kegiatan seperti Baitul Arqam. Meski demikian, ia dan timnya berusaha mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan penuh tanggung jawab serta tetap mendapatkan arahan dari para pelatih.
Selain memastikan kegiatan berjalan lancar, panitia juga memberi perhatian khusus pada dokumentasi setiap rangkaian acara. Dokumentasi tersebut tidak hanya menjadi arsip kegiatan, tetapi juga digunakan sebagai bahan publikasi serta bentuk pertanggungjawaban kepada para donatur dan pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah.
Koordinator Publikasi dan Dokumentasi (PDD), Dwi Anggraini Nurul Laili alias Aini, menyebut bahwa timnya berupaya mengabadikan setiap momen penting selama kegiatan berlangsung.
“Pendokumentasian kegiatan ini kami diarahkan untuk tidak melewatkan setiap momen yang ada di Baitul Arqam maupun Takjil on the Road. Selain merekam memori kegiatan, ini juga untuk mengenalkan Tapak Suci lebih luas, khususnya di Surabaya Barat,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kaderisasi di lingkungan Angkatan Muda Muhammadiyah Cabang Sambikerep semakin terlihat. Kepercayaan yang diberikan kepada kader muda untuk mengelola kegiatan secara mandiri menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan sekaligus penguatan karakter dalam berorganisasi.













