MAKLUMAT — Ketua LHKP PWM Jatim, Muhammad Mirdasy menjelaskan bahwa politik kebangsaan bukan sekadar slogan. Ia menegaskan bahwa semua elemen berbagi peran untuk mengimplementasikannya.
“Indonesia hari ini adalah sebuah negara yang besar. Sistem dan realitas politik kita punya beragam keunggulan namun juga celah,” ujar Abah Miras, sapaan akrabnya ketika apat Kerja Wilayah (Rakerwil) LHKP PWM Jatim di Mas Mansyur Hall Lantai 6 SMAMDA Tower, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya pada Sabtu (14/2/2026).
Ia menyinggung terkait biaya politik yang masih mahal, perilaku sejumlah politisi yang tidak menjawab harapan masyarakat, hingga polarisasi demi kekuasaan. Masih banyak lagi tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Abah Mirdas juga menyinggung peran Muhammadiyah yang fokus pada politik kebangsaan. Langkah ini sebagai kontrol terhadap politik praktis sebagai keniscayaan dalam sistem demokrasi di Indonesia.
“LHKP PWM Jatim punya tanggung jawab moral dan intelektual, kita hadir sebagai mitra kritis untuk memastikan demokrasi tidak kehilangan maknanya,” jelasnya.
Sebagai informasi, sejumlah tokoh daerah hingga nasional juga dijadwalkan menghadiri agenda ini. Mulai dari Ketua PWM Jatim, Prof Sukadiono hingga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Agenda ini mengusung tema Meneguhkan Peran LHKP PWM Jatim dalam Mewujudkan Politik Kebangsaan yang Berkemajuan dan Berkeadaban. Adapun Ketua dan Sekretaris LHKP PDM se-Jatim akan hadir dalam momen ini dengan membawa program unggulan masing-masing.














