MAKLUMAT – Sebanyak 12 mahasiswa Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) resmi mengikuti yudisium Semester Gasal Tahun Akademik 2026 di Hotel Goldvitel Surabaya, Sabtu (30/5/2026).
Yudisium tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Pengaruh Perang Iran versus Amerika-Israel terhadap Perekonomian Jawa Timur” yang menghadirkan Advisor Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Donni Fajar Anugrah, Ph.D.
Dalam paparannya, Donni mengingatkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia dan Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, sektor energi menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak dunia dapat memicu efek berantai terhadap biaya produksi, inflasi, nilai tukar, hingga aktivitas perdagangan internasional.
“Ketika terjadi eskalasi konflik di kawasan strategis dunia, maka efeknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang berkonflik, tetapi juga negara-negara lain yang terhubung dalam sistem ekonomi global. Karena itu, daerah perlu memperkuat daya tahan ekonominya,” jelas Donni.
Kuliah umum tersebut dihadiri mahasiswa Magister HES, mahasiswa Program Doktor Studi Islam, dosen, serta jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UMSurabaya.
Rektor UMSurabaya, Prof. Dr. Mundakir, M.Kep, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Lulusan magister harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan umat,” ujar Mundakir.
Ia menambahkan bahwa perkembangan global yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan adaptif dan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, maupun kemanusiaan.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UMSurabaya, Dr. M. Ridwan, M.Pd, menyebut yudisium sebagai momentum penting yang menandai berakhirnya proses akademik sekaligus awal pengabdian lulusan kepada masyarakat.
“Kami berharap para lulusan Magister HES mampu menjadi akademisi, praktisi, maupun pemimpin yang memiliki perspektif keislaman, keilmuan, dan kebangsaan yang kuat dalam menghadapi berbagai persoalan kontemporer,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Pascasarjana UMSurabaya, Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I, menegaskan bahwa penyelenggaraan kuliah umum yang dipadukan dengan yudisium merupakan upaya kampus untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai isu strategis global.
“Mahasiswa pascasarjana tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka juga harus mampu membaca perubahan sosial, politik, dan ekonomi dunia serta dampaknya terhadap masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Program Magister Hukum Ekonomi Syariah UMSurabaya terus berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul dalam bidang hukum dan ekonomi syariah, sekaligus memiliki kemampuan analitis dalam merespons berbagai tantangan kontemporer.
Melalui yudisium dan kuliah umum tersebut, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah serta pembangunan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.***














