MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah atau MPKS PWM Jatim akan menggelar kegiatan Upgrading Pimpinan pada Jumat–Ahad, 15–17 Mei 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim, Surabaya.
Selain MPKS PWM Jatim, agenda ini juga akan melibatkan pengurus MPKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jatim serta Kepala Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di bawah naungan MPKS PWM Jatim.
Ketua MPKS PWM Jatim, M Himawan Sutanto menilai dinamika sosial di Jatim kian kompleks sehingga menuntut penguatan kapasitas organisasi. Ia menekankan perlunya penyesuaian cara kerja lembaga sosial agar tetap relevan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.
“Transformasi digital yang masif, pergeseran struktur demografi, hingga munculnya bentuk-bentuk kerentanan sosial baru menuntut lembaga filantropi dan pelayanan sosial untuk bergerak lebih lincah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id pada Kamis (14/5/2026).
MPKS PWM Jatim menilai pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan sosial yang berkembang cepat. Organisasi perlu didorong memperkuat fungsi koordinasi agar program-program pelayanan sosial dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
Sutanto juga menilai bahwa eksistensi MPKS PWM Jatim tidak hanya sebatas pengelola amal usaha, tetapi juga bagian dari gerakan kemanusiaan yang berupaya merespons persoalan kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakadilan sosial secara lebih terstruktur.
“Untuk menjalankan peran tersebut, diperlukan nakhoda organisasi yang memiliki kapasitas intelektual yang tajam, stabilitas emosional yang matang, serta komitmen ideologis yang tidak tergoyahkan,” tegasnya.
Kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif juga menjadi sorotan di internal organisasi. MPKS PWM Jatim juga mencatat masih adanya tantangan dalam sinkronisasi kerja, termasuk ego sektoral dan hambatan komunikasi antarstruktur.
Selain itu, perkembangan teknologi manajemen modern menuntut adanya peningkatan kapasitas pimpinan agar mampu mengelola organisasi secara lebih efektif. Upgrading ini diposisikan sebagai salah satu upaya memperkuat aspek tersebut.
“Upgrading ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk melakukan ‘penajaman pedang’ kepemimpinan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga akan diarahkan untuk memperkuat tiga aspek utama dalam pengembangan organisasi.
Pertama, revitalisasi ideologi untuk mempertegas arah gerakan. Kedua, adaptasi kontemporer melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan manajerial modern. Ketiga, resiliensi organisasi untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Penguatan tiga aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya respons MPKS PWM Jatim dalam menghadapi dinamika sosial di berbagai daerah. Organisasi juga didorong untuk memperkuat konsolidasi agar program kerja tidak berjalan sendiri-sendiri.
“MPKS PWM Jatim memiliki jejaring amal usaha yang sangat luas di berbagai daerah. Tanpa adanya sinkronisasi visi di tingkat wilayah, potensi besar ini dikhawatirkan akan berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang terpadu,” ujarnya.
Di sisi lain, MPKS PWM Jatim juga berharap dapat menyatukan arah gerak organisasi serta memperkuat koordinasi lintas pimpinan. Agenda tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perumusan strategi kerja yang lebih terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan bertajuk Transformasi Kepemimpinan Humanis dan Inovatif Menuju Kesejahteraan Sosial Berkemajuan, diharapkan akan lahir pimpinan-pimpinan yang tidak hanya pandai memerintah, tetapi mampu menginspirasi dan menggerakkan seluruh elemen Persyarikatan,” pungkasnya.














