Noe Letto: Ayo Gotong Royong, Membangun Budaya Baru, Membangun Perabadan Berkemajuan

Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto saat "manggung" bersama grup musiknya, Letto, dalam Gebyar Milad ke-50 Smamda Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Vokalis grup musik Letto yang juga Tenaga Ahli Madya di Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto, mengajak masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, untuk bersama-sama bergotong-royong membangun dan mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.

Sabrang bersama band-nya, Letto, di sela-sela “manggung” dalam kegiatan Gebyar Milad ke-50 dan Temu Alumni SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo pada Sabtu (31/1/2026), menyebut bahwa Indonesia akan maju hanya jika orang-orangnya mau “memberikan cahaya” bagi lingkungan sekitarnya, bukan sekadar untuk kepentingan pribadinya.

Tema “Mencerahkan Umat, Membangun Peradaban Berkemajuan” yang diangkat dalam Milad ke-50 Smamda Sidoarjo menurut Sabrang sangat luar biasa. Sebab untuk membangun peradaban diperlukan tekad dan keteguhan yang juga luar biasa.

“(Tema ini) Luar biasa, itu butuh keteguhan hati dulur-dulur semua untuk menemani Indonesia. Indonesia sedang butuh ditemani, butuh bareng-bareng kita sengkuyung (gotong-royong, saling mendukung),” ujarnya.

Ia mengatakan, banyak perubahan akhir-akhir ini justru dimulai dari anak-anak SMA, bukan lagi dari kalangan mahasiswa. Sebab itu, ia mengajak para siswa Smamda Sidoarjo serta alumninya untuk bergerak bersama dan bergotong-royong melakukan langkah nyata.

“Kalau anak SMA mau bergerak itu lebih kuat kekuatannya, karena sustain,” kata dia.

Baca Juga  Kuota Haji 1447 H Akan Diumumkan 10 Juli 2025 Lewat Masar Nusuk atau e-Hajj

Lebih jauh, Sabrang mengajak agar setiap elemen untuk saling menguatkan, memberikan cahaya yang mencerahkan dan menerangi sekitarnya, membangun kepedulian terhadap sesamanya, kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kita perlu berpikir tentang orang banyak, bukan sendirian,” kata putra tokoh intelektual dan budayawan muslim Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun itu.

“(Indonesia yang baik) Akan datang dari tangan-tangan yang tahu tandang (berbuat), tangan-tangan yang memberikan cahaya ke sekitarnya, peduli sama lingkungan, peduli sama sekitarnya. Yuk, mari kita bangun budaya baru itu. Kita gotong royong, kita bareng-bareng, kita bersama,” ajaknya.

Indonesia, kata Sabrang, hanya akan bisa maju kalau kita mau menyinari sekitar kita.

Minadzulumati ilannur, Indonesia yang mau memegang cahaya, yang orang-orangnya mau tandang (berbuat), enggak cuma cangkeman (ngomong), yang akan membawa Indonesia lebih baik. Minadzulumati ilannur, Indonesia, kita semua membangun peradaban berkemajuan, membangun peradaban bercahaya. Minadzulumati ilannur, dari kegelapan menuju cahaya,” tandasnya.

Sabrang bersama band-nya, Letto, pada kegiatan tersebut juga mempersembahkan berbagai karya hits mereka di hadapan ribuan alumni dan siswa Smamda Sidoarjo, serta para tamu undangan yang hadir memeriahkan Gebyar Milad ke-50 Smamda Sidoarjo.

Baca Juga  Dinilai Positif, Semua Siswa Kelas 12 Smamda Bakal Ikuti Tes Kemampuan Akademik

Beberapa lagu yang dibawakan Letto seperti Lubang di Hati, Sandaran Hati, Permintaan Hati, Senyumanmu, Ruang Rindu, Sampai Nanti Sampai Mati, hingga Sebelum Cahaya.

Tak cuma itu, grup musik asal Yogyakarta itu juga menyanyikan lagu daerah Gundul-gundul Pacul dan lagu nasional Berkibarlah Benderaku gubahan Ibu Sud yang melegenda.