MAKLUMAT – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mengungkap tiga pilar yang dinilai menjadi kunci pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan Kabupaten Tuban.
Ony menyebut tiga strategi tersebut meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
“Solusi utama yang mendesak diterapkan mencakup tiga pilar utama. Yakni pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar,” ujar Ony, Senin (5/10/2026).
Pilar pertama, pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin harus dilakukan dengan memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran. Pemerintah perlu mengoptimalkan penyaluran bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan BLT Dana Desa.
Selain bantuan sosial, akses terhadap layanan dasar seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), optimalisasi Posyandu untuk pencegahan stunting, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga perlu diperkuat.
Pilar kedua, peningkatan pendapatan masyarakat dilakukan melalui pemberdayaan potensi ekonomi lokal. Menurut Ony, sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mendapat pendampingan serta kemudahan akses pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Penyerapan tenaga kerja lokal juga perlu diperluas melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Program tersebut dinilai dapat memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat miskin melalui keterlibatan dalam pembangunan desa.
Ony juga mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi tani sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan ekonomi harus diarahkan untuk meningkatkan pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja di desa,” kata Ony yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban.
Pilar ketiga, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dinilai penting untuk membuka akses ekonomi masyarakat desa. Infrastruktur seperti jalan desa, penerangan, dan jaringan internet perlu diperkuat.
Menurut Ony, infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan desa.
“Pembangunan infrastruktur penghubung, seperti akses jalan desa, penerangan, hingga jaringan internet, juga perlu dipercepat untuk melancarkan distribusi hasil bumi dan membuka peluang pasar baru bagi potensi desa di Tuban,” ujarnya.
Ony menegaskan, keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi diperlukan dengan kelembagaan desa, sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta masyarakat.
Dalam upaya tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menyatakan siap ikut melakukan pendampingan kepada masyarakat desa.
“DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban selain menugaskan para anggota fraksi untuk memperjuangkan kepentingan wong cilik, juga menugaskan pengurus partainya untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat desa guna meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat solidaritas, dan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah,” pungkas Ony.












