Penganiayaan Aparat terhadap Rakyat Miskin, Hotman Paris: Sudah Terjadi Ribuan Kali

MAKLUMAT — Pengacara kondang Hotman Paris mengatakan bahwa penganiayaan terhadap seorang kakek penjual es gabus beberapa waktu lalu merupakan bagian dari pola yang sudah lama terjadi. Kasus serupa telah terjadi ribuan kali selama puluhan tahun belakangan.

“Dianiyaya, terus sesudah viral, didekati, dikasih bantuan ekonomi dan disuruh cabut. Tapi itu akan terulang lagi nanti dalam kasus-kasus lain,” ujarnya melaluin akun Instagram pribadi @hotmanparisofficial pada Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa memang harus dimaklumi jika korban menerima santunan tersebut karena sedang dalam kondisi ekonomi yang tidak mampu. Demikian juga, wajar jika akhirnya mencabut peraduan karena faktor ekonomi.

Namun meski peraduan sudah dicabut dan perdamaian telah tercapai, pejabat atau pimpinan aparat tetap berwenang untuk menjatuhkan sanksi kepada dua oknum aparat tersebut. Hotman Paris menegaskan bahwa hal itu terkait dengan disiplin kelakuan sebagai aparat.

“Jadi masyarakat Indonesia berharap agar dua oknum aparat itu, apakah itu TNI atau kepolisian, ditindak tegas bila perlu dipecat. Satu lagi, karena ini merupakan contoh perlakuan terhadap rakyat miskin. Saya mengharapkan, saya mengimbau kepada Bapak Presiden agar contoh ini dibikin momentum bahwa Presiden juga peduli sama rakyat kecil,” tegasnya.

Baca Juga  Soroti Kekerasan Aparat dalam Aksi Unjuk Rasa Jakarta, Komnas HAM Beberkan Temuan

Ia menyampaikan agar jika memungkinkan, Presiden Prabowo Subianto dapat mengundang penjual es gabus ini ke istana dan bersama-sama mencicipi es buatannya. Hal ini sebagai contoh bahwa Presiden tidak menolerir adanya oknum seperti ini.

“Itu merupakan simbolik perlawanan terhadap aparat yang berkelakuan seperti itu. Dan simbolik perhatian dari Presiden kepada rakyat miskin kita yang memang ini, yang sekarang ini sudah sangat membeludak. Salam kepada Prabowo, mantan klien saya,” tandasnya.​