Pergantian Kapolri, Kepercayaan Publik dan Relasi Politik Listyo Sigit Jadi Sorotan

MAKLUMAT–  Kepercayaan publik dan relasi politik Listyo Sigit Prabowo jadi sorotan, setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pergantian pucuk pimpinan tersebut mendapat sorotan dari Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli. Ia menilai pergantian Listyo sudah menjadi momentum untuk memperkuat kembali kepemimpinan dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Institusi kepolisian butuh strong leadership untuk mengembalikan kepercayaan publik,” kata Fadhli dikutip, Jumat (2/10/2026).

Fadhli merujuk pada hasil survei Adidaya Institute periode 15–21 September 2026. Menurut dia, tingkat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian berada di angka 64,8 persen dan menempati peringkat keempat dari bawah dalam survei tersebut.

Ia juga menyebut responden menilai kinerja sejumlah aparat penegak hukum. Dalam data yang dikutip Fadhli, Listyo Sigit memperoleh angka 57,6 persen, disusul ST Burhanuddin 20,2 persen, Setyo Budiyanto 15,9 persen, dan Sunarto 6,4 persen.

Sorotan terhadap Relasi Politik

Selain persoalan kepercayaan publik, Fadhli mengaitkan pergantian Kapolri dengan dinamika hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Fadhli menyebut Listyo Sigit selama menjabat Kapolri tidak terlepas dari persepsi publik mengenai kedekatannya dengan Jokowi. Ia bahkan menggunakan istilah “wayang Jokowi” untuk menggambarkan penilaiannya terhadap posisi politik Listyo.

Baca Juga  Efisiensi Anggaran Pendidikan Sebuah Keputusan Strategis Presiden Prabowo

Fadhli kemudian menghubungkan dinamika tersebut dengan hubungan politik Prabowo dan Jokowi yang menurutnya mengalami ketegangan, terutama terkait isu parliamentary threshold 7 persen dan dinamika politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ia juga menilai perubahan konfigurasi politik tersebut dapat memengaruhi hubungan Prabowo dengan sejumlah tokoh politik lain, termasuk Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Pada kesempatan yang sama, Prabowo melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Suyudi awalnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). DPR juga telah menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri melalui rapat paripurna pada hari yang sama.

Sedangkan Listyo Sigit kini mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan setelah mengakhiri masa jabatan sebagai Kapolri yang berlangsung sejak 27 Januari 2021.

Usai pelantikan, Listyo menyampaikan pesan kepada Suyudi agar kepolisian terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks.

Suyudi juga menyampaikan terima kasih kepada Listyo atas bimbingan dan pengalaman yang diberikan selama perjalanan kariernya.