31.3 C
Malang
Kamis, Juli 18, 2024
KilasPesan Ketum PP Muhammadiyah Usai Masyarakat Salurkan Hak Pilihnya, Terima Hasilnya dengan...

Pesan Ketum PP Muhammadiyah Usai Masyarakat Salurkan Hak Pilihnya, Terima Hasilnya dengan Legowo

Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir

KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof KH Haedar Nashir menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 di TPS 012, Rabu (14/2/2024).

Orang nomor satu di Muhammadiyah itu datang mencoblos beserta keluarga ke lokasi TPS 12 di Jalan Sunan Kudus, Pedukuhan Rukeman, Kelurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul

Selepas menyalurkan suaranya, Prof Haedar menyampaikan apresiasinya terhadap para petugas dan perangkat TPS di seluruh Indonesia, maupun mancanegara.

Dia  berharap agar segala proses pada Pemilu 2024 berlangsung lancar, damai dan sesuai pada koridor konstitusi, sehingga memenuhi azas luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil).

“Kami harapkan pelaksanaannya sesuai konstitusi. Ini adalah suara rakyat yang tulus datang ke TPS dan yakin masyarakat memilih dengan hati dan pilihan yang rasional, maka diharapkan proses penghitungan sampai tuntas nanti dapat berjalan baik sesuai dengan aturan dan tidak ada kekeliruan dan kesalahan dan sesuai dengan azas luber jurdil bermartabat dan beretika luhur serta menjaga prinsip aturan dan konstitusi,” ujarnya.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu meminta, semua pihak harus menghormati pilihan rakyat dan menerima hasil Pemilu dengan sikap yang legowo, kesatria, sikap kenegarawanan, dengan semangat berbangsa dan bernegara yang positif. Dan jika terdapat persengketaan Pemilu, agar diselesaikan sesuai prinsip hukum yang berlaku.

“Bilamana ada persengketaan Pemilu, entah karena penyimpangan yang tidak disengaja, atau penyimpangan yang tidak sesuai dengan ketentuan maka pakai prinsip hukum dengan koridor yang berlaku,” imbaunya.

Prof Haedar meminta supaya KPU, Bawaslu dan MK dan seluruh institusi yang memproses hal-hal yang bersifat sengketa Pemilu dapat diselesaikan dengan aturan yang berlaku.

“Penyelesaiannya pun harus akuntabel, terbuka, sehingga nanti hasilnya memuaskan semua pihak, karena sengketa diselesaikan secara hukum dan transparan,” kata dia.

Kepada pemenang Pemilu nantinya, Prof Haedar berpesan agar tetap membumi dengan jiwa kenegarawanan untuk memanfaatkan mandat rakyat ini dengan sebaik-baiknya.

“Jangan jumawa, jangan merasa adigang , adigung, adiguna, tetap rendah hati. Karena di balik kemenangan itu ada tanggung jawab yang berat di masing-masing pundak yang menerima mandat,” tuturnya.

Menurut dia, kemenangan itu adalah mandat terberat yang harus dilakukan dengan amanah, fathonah, dan harus berdiri di atas kepentingan rakyat dan negara. Sebaliknya, jangan memimpin berdasarkan kepentingan golongan, partai politik dan kepentingan pribadi primordialisme

“Sementara bagi yang belum menerima mandat alias kalah, agar tetap legowo. Sebab, kontestasi sudah berlangsung, dan tidak mengurangi pengkhidmatan dalam membangun bangsa dan negara bersama-sama,” ingatnya.

Prof Haedar  juga berpesan untuk menjaga persatuan. Jika ada retak di tubuh bangsa ini karena Pemilu, ada rekonsiliasi. Kuncinya di para tokoh dan elit yang harus menjadi teladan untuk merekatkan kembali dari gesekan.

“Masyarakat, dan media massa harus menciptakan harmoni kembali pasca Pemilu, karena terlalu mahal harganya karena Pemilu menjadi retak antar anak bangsa,” pungkas.(*)

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer