22.8 C
Malang
Minggu, Februari 25, 2024
SosokPutry Ain: Harus Ada Representasi Perempuan di Pos-Pos Krusial Pemerintahan

Putry Ain: Harus Ada Representasi Perempuan di Pos-Pos Krusial Pemerintahan

Putry Ain, Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di dapil 5 Kabupaten Malang.

PEREMPUAN di dunia politik kerap disepelekan keberadaannya. Perempuan di dunia politik juga terkadang dianggap sebagai suatu hal yang tabu. Dalam catatan sejarah, perempuan memang selalu terpinggirkan. Mulai dari dianggap aib, hingga hanya menjadi mesin pencetak manusia saja. Tak heran jika perempuan sangat susah untuk berkiprah di politik.

Inilah semangat dan gagasan yang coba diangkat oleh Putry Ain, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga pernah aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tamaddun Fakultas Agama Islam (FAI) UMM di tahun 2015. Putry akan membawa gagasan ini dalam kontestasi politik 2024 sebagai calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Malang.

Putry Ain mencalonkan diri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di dapil 5 Kabupaten Malang yang diantaranya meliputi Kecamatan Dau dan Kecamatan Karangploso. Putry menegaskan tentang bagaimana pentingnya peran perempuan dalam dunia politik, dan perempuan juga bisa berkiprah di politik.

“(Di dunia politik), perempuan harus bisa mulai show off. Perempuan harus bisa menunjukkan kemampuannya. Kita harus segera membuktikan bahwa perempuan juga bisa dan mampu berkiprah di politik,” ujar Putry yang juga menjadi Kabid Kepemudaan DPD PKS Kabupaten Malang.

Apa yang diusung oleh Putry Ain tentu sejalan dengan semua yang sudah dilakukan sebelumnya di masyarakat. Putry Ain adalah seorang konselor keluarga yang fokus di pembinaan dan pemberdayaan perempuan, khususnya para ibu. Putry Ain menjalankannya dalam payung organisasi bernama Titik Keluarga.

Putry juga menyoroti bagaimana perempuan di dunia politik yang belum mendapat dukungan penuh selama ini. Di dunia politik, perempuan banyak sekali mendapat tekanan ketika berdiri sendiri, baik dari rekan politik maupun dari masyarakat.

Selain itu, Putry juga menyoroti tentang masih banyaknya pos-pos di pemerintahan yang seharusnya diisi oleh perempuan, tapi kenyataannya tidak. Padahal, ada pos-pos di pemerintahan yang tidak bisa diisi oleh pihak lain selain perempuan.

“Tidak perlu semua pos di pemerintahan diisi oleh perempuan. Sesuai afirmasi konstitusi kita, perempuan diharapkan mengisi 30% kursi legislatif. Itu saja cukup bagi perempuan untuk mengisi pos di pemerintahan. Yang penting, perempuan ada di pos-pos yang krusial, pos-pos yang tidak bisa diisi oleh laki-laki, agar kebijakannya selalu bepihak kepada perempuan,” ujar Putry kepada Maklumat.id.

Tentunya semangat dan gagasan tentang representasi perempuan yang diusung oleh Putry Ain selalu berpegang teguh dengan tauhid dan fitrah. Juga sebagaimana semangat kemuhammadiyahan Tamaddun IMM yang selalu mengedepankan nilai dan gerakan Islam, namun tetap terbuka dengan segala sudut pandang dan kritik dari segala golongan. (*)

Editor: Iqbal AR

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer