MAKLUMAT — Unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet) yang memperlihatkan pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mendapat beragam komentar dari warganet.
Akun tersebut mengunggah pertemuan Teddy dan Haji Isam di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Dalam keterangan unggahan, Sekretariat Kabinet menyebut keduanya membahas perkembangan investasi di sejumlah sektor, mulai dari pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi hingga logistik.
View this post on Instagram
Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. “Seskab menegaskan bahwa Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” tulis akun @sekretariat.kabinet.
Namun, salah satu komentar warganet justru menyoroti persoalan kelistrikan di Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Martapura.
Akun tersebut menandai akun Teddy Indra Wijaya, Sekretariat Kabinet, PLN, hingga akun PLN Martapura.
Warganet itu mengaku mendapat keluhan dari orang tuanya yang tinggal di Martapura mengenai listrik yang disebut kerap padam.
“Kenapa ya pak, listrik di daerah Kalimantan Selatan, terutama wilayah Martapura … sekarang sering mati listrik atau mati lampu.”
Menurut warganet tersebut, pemadaman disebut terjadi beberapa kali dalam sepekan, bahkan hampir setiap hari. Ia juga mengeluhkan kondisi tersebut karena mengganggu aktivitas belajar anggota keluarganya pada malam hari.
“Adik saya mau belajar, kalau pas malam masa sambil redup-redupan karena pakai lampu emergency,” tulisnya dikutip Selasa (11/8/2026).
Ia kemudian meminta pihak terkait memberikan solusi agar persoalan pemadaman listrik tersebut dapat segera ditangani.
Keluhan Warganet di Tengah Pembahasan Investasi
Komentar tersebut menunjukkan bagaimana unggahan mengenai agenda pemerintah dan investasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan pelayanan publik yang mereka alami.
Meski demikian, keluhan tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan oleh satu akun dan belum dapat menjadi kesimpulan bahwa pemadaman listrik terjadi di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.***













