Shintya Iftitah Dzikrullah, Immawati Segudang Prestasi yang Kini Jadi Wakil Presiden BEM UNAIR

MAKLUMAT — Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga (UNAIR), Shintya Iftitah Dzikrullah telah terpilih sebagai Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR Periode 2026-2027.

Mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris itu resmi terpilih bersama Presiden BEM UNAIR, M. Rizqi Senja Virawan setelah melewati seluruh rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM UNAIR 2026, Sabtu (14/3/2026).

Mereka berdua mengusung Kabinet Cerita Loka sebagai konsep gerakan mahasiswa di lingkungan kampus. Kabinet Cerita Loka dihadirkan sebagai gagasan untuk membuka ruang bagi beragam cerita, gagasan, serta aspirasi mahasiswa di UNAIR.

“Melalui konsep tersebut, kami berharap dapat menguatkan ruang dialog yang lebih terbuka serta mendorong kolaborasi lintas komunitas mahasiswa,” ujar Shintya.

Shintya berharap BEM UNAIR dapat menjadi ruang yang lebih inklusif bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, hingga aspirasi mereka. Ia memandang bahwa setiap mahasiswa memiliki perspektif yang berharga untuk disampaikan dalam dinamika kehidupan kampus.

“Kita tentu memerlukan banyak kolaborasi dan kerja nyata untuk menguatkan peran mahasiswa sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam kehidupan akademik dan sosial di lingkungan kampus,” jelasnya.

Jejak Kiprah di IMM

Di lingkungan organisasi kemahasiswaan Muhammadiyah, Shintya dikenal aktif sebagai kader IMM UNAIR. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum IMM Jenderal Soedirman UNAIR.

Baca Juga  Perang Dagang dan Sentimen Domestik Bayangi Pasar

Sebelumnya, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Immawati IMM Jenderal Soedirman UNAIR. Sebagai informasi, Immawati adalah sebutan bagi kader perempuan dalam IMM.

“Keterlibatan di IMM adalah bagian dari proses pengembangan kepemimpinan dan intelektualitas. Pengalaman organisasi ini telah membentuk perspektif saya mengenai pentingnya ruang dialog, advokasi mahasiswa, hingga penguatan peran mahasiswa dalam kehidupan kampus,” jelasnya.

Shintya juga tercatat sebagai pegiat di Cendekiawan Institute, sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) PC IMM Kota Surabaya.

Malang Melintang di Berbagai Organisasi

Sebelum terpilih sebagai Wakil Presiden BEM UNAIR, Shintya juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di tingkat universitas. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM UNAIR periode 2024–2025.

Dalam peran tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan berbagai program advokasi mahasiswa yang berkaitan dengan isu akademik maupun nonakademik. Ia juga menginisiasi forum diskusi untuk menampung aspirasi mahasiswa serta melakukan audiensi dengan pihak universitas guna menyampaikan berbagai rekomendasi yang berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa.

Selain aktif dalam organisasi kampus, Shintya juga terlibat dalam komunitas pengembangan diri. Ia pernah menjabat sebagai Head of Education Development di Komunitas Public Speaking Cakap Berbicara.

Baca Juga  Defia Putri Mahardika, Taiwan, dan Cara Belajar yang Berbeda

Ia berkontribusi dalam penyusunan kurikulum pembelajaran public speaking yang terintegrasi untuk berbagai tingkat kemampuan. Kurikulum yang disusun itu berisikan materi pembelajaran, strategi pengajaran, hingga bahan ajar interaktif yang mendukung peningkatan kemampuan komunikasi publik.

Immawati Segudang Prestasi

Komitmennya dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa juga terlihat dari keterlibatannya sebagai Awardee Beasiswa Aktivis Nusantara Angkatan 15.

Dalam program tersebut, ia menginisiasi sebuah proyek kepemimpinan bertajuk “Suaka Toer”, sebuah gerakan literasi yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk membangun kembali budaya membaca dan diskusi kritis di lingkungan kampus.

Selain itu, Shintya juga aktif dalam berbagai forum komunikasi publik. Ia kerap dipercaya menjadi MC, moderator, maupun pembicara dalam berbagai kegiatan akademik, seminar, dan forum kepemudaan, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

“Alhamdulillah mendapat banyak kesempatan dan pengalaman yang turut menguatkan kemampuan dalam membangun komunikasi yang efektif. Ke depannya, saya ingin lebih memfasilitasi ruang dialog antara berbagai pihak,” jelasnya.

Di bidang pengabdian masyarakat, Shintya juga pernah terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pengabdian Indonesia Muda. Dalam kegiatan tersebut, ia memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di wilayah pesisir Kenjeran, Surabaya.

Baca Juga  Raker IKA Unair, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Program Prioritas dan Kontribusi Nyata

Selain aktif berorganisasi, ia juga menorehkan sejumlah prestasi akademik dan nonakademik. Di antaranya menjadi Finalis Top 5 TEDx Universitas Airlangga 2025 serta Finalis Airlangga Youth Entrepreneurship 2025.

Pada masa sekolah, ia juga meraih berbagai prestasi di bidang bahasa Inggris, di antaranya Juara 3 Pidato Bahasa Inggris tingkat Provinsi serta Juara 2 Olimpiade Bahasa Inggris tingkat eks Karesidenan Bojonegoro.

Kendati memiliki banyak prestasi, Shintya berupaya agar tidak jumawa. Ia bertekad agar semua pencapaiannya bukan sekadar menjadi pajangan, melainkan menjadi bahan bakar perjuangan.

“Dari IMM, saya belajar bahwa prestasi terbesar bukan soal pencapaian pribadi, tetapi bagaimana kita bisa bermanfaat bagi sekitar dan menunaikan tanggung jawab sosial di mana pun berada,” tandasnya.