Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Nahdlatul Ulama)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat Ketua Umum mulai 26 November 2025. Wewenang Ketum dialihkan ke Rais Aam hingga rapat pleno digelar. (Foto: Dok Gus Yahya)
Tokoh muda NU, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menilai dualisme legitimasi antara Rais ‘Aam dan Ketua Umum yang sama-sama dipilih melalui Muktamar, membuat garis komando tidak berjalan efektif hingga berbulan-bulan. (Foto: Dok NU)