Tantangan AUMSOS Kian Kompleks, Ini Pesan Ketua MPKS PWM Jatim

MAKLUMAT — Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah atau MPKS PWM Jatim, M Himawan Sutanto meminta seluruh pengurus Amal Usaha Muhammadiyah bidang sosial (AUMSOS) terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan tantangan organisasi dan sosial yang semakin kompleks.

Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan agenda Upgrading MPKS PWM Jatim di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim, Surabaya, Jumat (15/5/2026).

“Selain harus terus memperkuat nilai-nilai Al-Ma’un dalam gerakan sosial Muhammadiyah, kita juga perlu terus beradaptasi agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan,” ujarnya.

Sutanto menguraikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari amanah MPKS PP Muhammadiyah agar seluruh daerah terus melakukan penguatan organisasi, termasuk membekali pimpinan dengan kemampuan manajemen modern.

Ia juga menjelaskan, tantangan yang dihadapi organisasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelayanan sosial, tetapi juga kepemimpinan masa kini yang dituntut mampu memanfaatkan big data untuk memetakan persoalan sosial.

Di sisi lain, penguatan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel juga perlu terus dilakukan agar organisasi tetap mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat.

Sutanto lalu mengatakan bahwa, ada tiga aspek utama yang melandasi pentingnya kegiatan upgrading tersebut. Pertama, revitalisasi ideologi melalui penguatan kembali niat berkhidmat di Muhammadiyah agar setiap langkah pimpinan tetap sejalan dengan garis perjuangan organisasi.

Baca Juga  Status Yatim Tak Boleh Halang Mimpi Jadi Pemimpin Masa Depan

Kedua, adaptasi kontemporer dengan membekali pimpinan menggunakan instrumen dan pendekatan organisasi modern. Ketiga, membangun resiliensi organisasi melalui penguatan chemistry antarpimpinan agar mampu menghadapi krisis maupun tantangan eksternal yang tidak terduga.

“Alhamdulillah, jumlah peserta mendekati 200 orang. Selain itu, sebanyak 38 perwakilan dari kabupaten/kota se-Jatim hadir semua,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peserta dari Surabaya, Lamongan, dan Kediri yang menjadi tiga daerah dengan jumlah kehadiran terbesar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan komitmen daerah dalam memperkuat gerakan sosial Muhammadiyah di Jatim.

“Kalau ada yang kurang, mari kita perbaiki bersama. Kalau ada yang lebih, mari kita saling tumbuh bersama,” pungkasnya.