MAKLUMAT — Kementerian Transmigrasi melanjutkan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) pada 2026 dengan melibatkan 1.000 peneliti. Dua kampus dari Jawa Timur, Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya, masuk dalam program ini.
“TEP 2026 akan melibatkan 1.000 peneliti yang akan kita sebar di 200 titik,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyampaikan hal itu saat Rapat Pleno Hasil Reviu Laporan TEP 2025 di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Program ini menjadi kelanjutan dari TEP 2025 yang melibatkan 2.000 peneliti dari berbagai perguruan tinggi, antara lain UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, dan ITS. Para peneliti melakukan pengabdian selama lima bulan di 154 kawasan transmigrasi.
Dari kegiatan tersebut, Kementrans menerima 400 kajian riset yang memetakan potensi sumber daya alam dan kelembagaan ekonomi di kawasan transmigrasi. “Kajian yang kita terima bukan hanya sebatas dokumen atau laporan namun temuan yang strategis yang selanjutnya akan kita eksplorasi lewat pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat,” kata Viva Yoga.
Ia menyebut hasil riset tersebut memiliki nilai tinggi karena dikerjakan oleh civitas akademika dari perguruan tinggi unggulan. Temuan itu dinilai dapat membantu pemerintah dalam pengembangan kawasan transmigrasi. “TEP ini merupakan ‘tim ad hoc’ bagi Kementrans,” ujarnya.
Kementrans juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam pembangunan kawasan transmigrasi, termasuk Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, serta Kementerian Kehutanan. Kolaborasi dilakukan agar pelaksanaan program lebih efisien dan terkoordinasi.
Sumber pendanaan pembangunan kawasan transmigrasi berasal dari APBN dan APBD. Viva Yoga menyebut dukungan anggaran dari Kementrans berperan dalam pengembangan kawasan tersebut.
Salah satu contoh pengembangan kawasan dilakukan di Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang melibatkan sejumlah kementerian dan BP Batam. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat basis ekonomi dan permukiman di kawasan transmigrasi melalui pendekatan riset dan kolaborasi lintas sektor.













