MAKLUMAT — Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) menyiapkan 177 hotel di lima kawasan strategis Makkah, Arab Saudi, untuk menampung dan melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Pemetaan lokasi berada di lima wilayah utama—Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Dari jumlah tersebut dipecah menjadi 10 sektor operasional agar penempatan jemaah berbasis embarkasi, distribusi layanan, serta koordinasi petugas berlangsung lebih tertata.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan pembagian wilayah tersebut menjadi fondasi layanan selama fase puncak penyelenggaraan ibadah haji di Kota Suci.
“Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jemaah berbasis embarkasi,” ujar Ihsan saat memaparkan peta akomodasi di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4/2026).
Sebaran 10 Sektor Hotel Haji di Makkah
Dari total 177 hotel yang disiapkan, pembagiannya tersebar ke dalam 10 sektor dengan kapasitas dan karakteristik berbeda.
- Sektor 1 mencakup 32 hotel dengan nomor kode 101 hingga 132.
- Sektor 2 mencakup 22 hotel di kawasan Syisyah yang berada relatif dekat dengan pusat kota.
- Sektor 3 meliputi 19 hotel yang melayani dua kawasan sekaligus, yakni sebagian wilayah Syisyah dan sebagian Raudhah.
- Sektor 4 mencakup 23 hotel, juga berada di area peralihan antara Syisyah dan Raudhah.
- Sektor 5 berisi 18 hotel yang seluruhnya berada di kawasan Syisyah.
- Sektor 6 mencakup 13 hotel di wilayah Jarwal.
- Sektor 7 terdiri atas 17 hotel di kawasan Misfalah.
- Sektor 8 mencakup 13 hotel, juga berada di wilayah Misfalah.
- Sektor 9 menampung 19 hotel yang tersebar di kawasan yang sama, yakni Misfalah.
- Sedangkan Sektor 10 berada di Aziziyah dengan satu hotel berkapasitas sangat besar yang mampu menampung lebih dari 21.500 jemaah.
- Sistem Kode Hotel Permudah Layanan
Selain pembagian sektor, Kementerian Haji dan Umrah RI juga menerapkan sistem penomoran hotel untuk memudahkan identifikasi lokasi akomodasi jemaah.
Angka pertama pada kode hotel menunjukkan sektor penempatan. Angka berikutnya menandai urutan hotel dalam sektor tersebut.
Skema ini dirancang untuk mempercepat koordinasi layanan lapangan, terutama distribusi katering, layanan kesehatan, serta mobilisasi petugas haji di masing-masing sektor.
Dengan peta akomodasi yang lebih terstruktur, layanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah diharapkan berjalan lebih efektif, cepat, dan terukur sepanjang musim haji 2026.***













