Update Bencana Sumatera: Korban Jiwa Tembus 248, Pemerintah Langsung Gelar Modifikasi Cuaca

Update Bencana Sumatera: Korban Jiwa Tembus 248, Pemerintah Langsung Gelar Modifikasi Cuaca

MAKLUMAT – Bencana hidrometeorologi basah yang menerjang Pulau Sumatera kian memilukan. Hingga Sabtu (29/11) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh telah menembus angka 248 jiwa.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, kerusakan parah melanda tiga provinsi tersebut secara serentak. Selain ratusan nyawa melayang, puluhan warga masih dinyatakan hilang dan infrastruktur vital luluh lantak.

”Kami terus mendata korban meninggal dan mencari mereka yang hilang. Angka ini tentu bisa berkembang karena tim gabungan belum menembus semua titik longsor yang mungkin menimbun korban,” tegas Suharyanto saat memberikan keterangan pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11).

Sumut Terparah, Tapteng 51 Tewas

Berdasarkan perincian data BNPB, Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak paling mematikan. Tercatat 116 orang meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian.

Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mencatatkan angka kematian tertinggi dengan 51 korban, disusul Tapanuli Selatan (32 orang), Kota Sibolga (17 orang), dan Tapanuli Utara (11 orang).

Selain korban jiwa, bencana ini memukul telak infrastruktur vital. Jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan terputus total. Di Mandailing Natal, akses jalan Singkuang–Tabuyung juga tak bisa dilalui.

Agam Berduka, 74 Meninggal

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Sumatera Barat. Kabupaten Agam menjadi titik terparah dengan 74 korban jiwa hingga Sabtu (29/11). Data BPBD Kabupaten Agam memerinci, korban tersebar di lima kecamatan.

Baca Juga  Penyesuaian Penetapan 1 Ramadan 1447 H, Begini Penjelasan Lengkap dan Ilmiah PP Muhammadiyah

Kecamatan Palembayan menjadi wilayah paling terdampak dengan 27 korban meninggal dunia. Dari jumlah itu, 21 jenazah telah teridentifikasi, sementara 6 lainnya masih dalam proses. Korban teridentifikasi di Palembayan berasal dari Kampung Tangah (7 orang), Kampung Tanggah Timur (9 orang), dan Subarang Ala (17 orang).

Kecamatan lain yang terdampak parah adalah Malalak (10 orang), Tanjung Raya (2 orang), serta Palupuh dan Matur masing-masing 1 orang.

Pemerintah Kabupaten Agam juga merilis data 78 orang yang masih dinyatakan hilang. Mayoritas korban hilang berada di Kecamatan Palembayan sebanyak 69 orang, Malalak 7 orang, dan Tanjung Raya 2 orang.

Sementara itu, wilayah lain di Sumbar seperti Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang juga melaporkan kerusakan berat. Lima jembatan di Padang Pariaman ambruk dan longsor sempat menutup jalur nasional Bukittinggi–Padang, menjebak sekitar 200 kendaraan.

Aceh Lumpuh, Ribuan Mengungsi

Di ujung barat, Provinsi Aceh mencatatkan 35 warga meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Bencana ini memaksa 4.846 kepala keluarga (KK) mengungsi ke tempat aman.

Longsor tak hanya memutus jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh, tetapi juga menghancurkan jembatan di Meureudu. ”Akses darat ke Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah lumpuh total. Kami kini mengandalkan jalur udara via Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele untuk mengirim bantuan,” papar jenderal bintang tiga tersebut.

Baca Juga  Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sudah Teken SK, Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta

Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Pemerintah pusat merespons situasi darurat ini dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di tiga provinsi. Pesawat penebar garam mulai diterbangkan untuk mengalihkan awan hujan dari lokasi bencana demi mengurangi potensi curah hujan ekstrem susulan.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan pengiriman bantuan logistik besar-besaran, mulai dari alat berat, genset, tenda, hingga sembako. Mengatasi jaringan komunikasi yang lumpuh, BNPB memasang perangkat internet satelit Starlink di posko darurat dan pengungsian.

”Pemerintah bersama TNI/Polri terus bekerja keras membuka akses isolasi dan mencari korban hilang,” pungkas Suharyanto.

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *