Arus Peti Kemas Meningkat, TPK Sorong Pacu Efisiensi Layanan 2026

MAKLUMAT – Pertumbuhan arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Sorong terus menunjukkan tren agresif. Sepanjang 2025, terminal di gerbang timur Indonesia itu mencatat lonjakan kinerja hingga menembus 60.992 TEUs.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat peningkatan aktivitas logistik di Papua Barat Daya, sekaligus fondasi bagi transformasi layanan TPK Sorong pada 2026.

Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyebut pertumbuhan arus peti kemas tidak datang secara tiba-tiba. Lonjakan tersebut dipicu kombinasi dinamika ekonomi wilayah, pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, serta perubahan pola distribusi logistik yang bertumpu pada Pelabuhan Sorong.

“Arus peti kemas dalam beberapa tahun terakhir tumbuh cukup agresif. Karena itu, 2026 kami siapkan sebagai tahun penguatan layanan agar pertumbuhan ini bisa dijaga secara berkelanjutan,” ujar Welta, Senin (19/1/2026).

Sepanjang tahun Ular Kayu, realisasi arus peti kemas TPK Sorong melampaui target RKAP 2025 sebesar 55.445 TEUs, sekaligus menyalip kinerja 2024 yang tercatat 54.422 TEUs.

Buah dari Perpindahan Antarkapal 

Pertumbuhan ini ikut ditopang meningkatnya arus transhipment. Jalur distribusi peti kemas menuju TUKS Petrose Kabupaten Sorong yang sebelumnya melalui Pelabuhan Ambon, kini dialihkan melalui Pelabuhan Sorong.

Baca Juga  Pelindo Terminal Petikemas Siapkan Strategi Bisnis di Semarang

Perubahan alur tersebut berdampak langsung pada lonjakan volume bongkar muat. Aktivitas proyek-proyek pemerintahan dan pembangunan daerah di Kota Sorong dan sekitarnya turut mempertebal arus logistik masuk ke pelabuhan.

Mengantisipasi pertumbuhan arus peti kemas yang terus menanjak, manajemen TPK Sorong menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026. Peremajaan peralatan bongkar muat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi dua fokus utama.

Menurut Welta, peningkatan kapasitas peralatan dan kompetensi SDM ditargetkan mampu menekan port stay kapal dan cargo stay barang. Efisiensi waktu sandar dinilai krusial untuk menjaga daya saing Pelabuhan Sorong sebagai hub logistik kawasan timur Indonesia.

“Pertumbuhan arus peti kemas harus diimbangi dengan layanan yang cepat dan efisien. Kalau tidak, justru bisa menjadi beban operasional,” tegasnya.

Penggerak Ekonomi Papua Barat Daya

Lonjakan arus peti kemas ini juga mendapat respons positif dari pelaku usaha logistik. Ketua DPC ALFI/ILFA Pelabuhan Sorong, Wawan, menilai peningkatan volume peti kemas membuka peluang besar bagi perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT).

“Meningkatnya arus peti kemas jelas berdampak pada peluang bisnis logistik. Namun, peningkatan kualitas layanan tetap harus menjadi prioritas agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Arus Peti Kemas Naik, Bisakah Jatim Jadi Pusat Logistik Timur Indonesia?

Dengan tren pertumbuhan arus peti kemas yang konsisten, TPK Sorong optimistis mampu memainkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi Papua Barat Daya. Jika transformasi layanan berjalan sesuai rencana, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul logistik andalan di kawasan timur Indonesia.