MAKLUMAT — Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) yang juga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kontribusi strategis bagi almamater, alumni, dan masyarakat luas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) Pengurus Pusat IKA Unair Periode 2025–2030 yang digelar di Forest City Jember, pada 16–18 Januari 2026, yang dihadiri Pengurus Pusat, perwakilan Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, komisariat fakultas, serta berbagai komunitas IKA Unair.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menyusun dan menyepakati arah serta program prioritas alumni dalam lima tahun ke depan. Dalam kesempatan itu, Khofifah memberikan arahan strategis yang menekankan pentingnya konsistensi dan integrasi program alumni agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
“Kontribusi itu harus dirasakan bersama. Seperti memakmurkan masjid, yang dimakmurkan bukan hanya masjidnya, tetapi juga jamaahnya. Demikian pula Unair dan alumninya, keduanya harus dikuatkan secara bersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, tahun ini menjadi momentum penting bagi IKA Unair untuk mengambil peran yang lebih signifikan, baik dalam penguatan institusi kampus maupun peningkatan kapasitas dan kesejahteraan alumni.
Sebab itu, Khofifah menilai Raker kali ini sebagai ruang strategis untuk merumuskan program-program prioritas yang fokus, terukur, realistis, serta dapat dikerjakan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya kesinambungan sinergi antara IKA Unair dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, khususnya dalam isu lingkungan hidup.
Salah satu yang disoroti adalah pengelolaan dan penanaman mangrove di lahan-lahan yang belum termanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari penguatan ketahanan wilayah pesisir.
“Berbagai persoalan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan gotong royong berbagai pihak. Tidak bisa diselesaikan oleh satu institusi saja,” tegas perempuan yang juga pernah menjabat Menteri Sosial (Mensos) RI itu.
Dalam konteks perubahan iklim dan pemanasan global, Khofifah mengajak seluruh elemen, termasuk alumni Unair, untuk terus melakukan ikhtiar berkelanjutan. Upaya tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan antara lain melalui penanaman mangrove hingga kehadiran langsung di wilayah terdampak bencana, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, IKA Unair juga menyampaikan pencapaian kampus tersebut dalam pemeringkatan global Sustainable Development Goals (SDGs), di mana Unair menempati peringkat sembilan dunia dengan indikator unggulan pada pengentasan kemiskinan.
Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut diwujudkan melalui program bantuan bagi mahasiswa Unair yang terdampak bencana di Sumatera, berupa bantuan Rp1 juta per bulan selama enam bulan sebagai bagian dari proses pemulihan ekonomi keluarga.
IKA Unair menyambut arahan Khofifah sebagai penguatan komitmen alumni untuk terus berperan aktif dalam pembangunan. Melalui Raker tersebut, IKA Unair menegaskan bahwa seluruh program prioritas akan dirumuskan secara terintegrasi, melibatkan lintas struktur dan keilmuan, serta dikomunikasikan secara luas melalui ekosistem digital agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.













