“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 sesuai dengan data antemortem AM004. Korban teridentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono,” ujar Muhammad Haris.
Tim DVI memastikan identitas korban melalui pencocokan sidik jari, data odontologi (gigi), serta ciri medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban berjenis kelamin perempuan, berusia 33 tahun, dan berdomisili di Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Proses identifikasi melibatkan tim gabungan dari Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Sebelumnya, dua jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi jurang dan tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Rabu pagi. Setelah mendarat di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans untuk menjalani proses identifikasi. Satu korban lainnya berjenis kelamin laki-laki. Hingga kini, delapan korban lain masih dalam proses pencarian.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan operasi SAR terus dilanjutkan dengan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU) yang melibatkan ratusan personel.
“Tim SAR masih menyisir sejumlah titik, termasuk lokasi penemuan awal korban, area ekor pesawat, puncak gunung, serta patahan air terjun tempat ditemukannya bagian mesin pesawat,” jelas Andi Sultan.
Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan meski menghadapi medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu.












