DVI Polri Identifikasi Pramugari Florencia Lolita, Korban Kedua Tragedi Jatuhnya ATR di Bulusaraung

MAKLUMAT – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari.

Kepastian identitas korban disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Muhammad Haris, dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026).

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 sesuai dengan data antemortem AM004. Korban teridentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono,” ujar Muhammad Haris.

Tim DVI memastikan identitas korban melalui pencocokan sidik jari, data odontologi (gigi), serta ciri medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban berjenis kelamin perempuan, berusia 33 tahun, dan berdomisili di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Proses identifikasi melibatkan tim gabungan dari Biddokkes Polda Sulsel, Pusdokkes Polri, Pusident Polri, serta Departemen Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Sebelumnya, dua jenazah korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari lokasi jurang dan tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Rabu pagi. Setelah mendarat di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans untuk menjalani proses identifikasi. Satu korban lainnya berjenis kelamin laki-laki. Hingga kini, delapan korban lain masih dalam proses pencarian.

Baca Juga  Florencia Lolita Wibisono, Pramugari yang Meninggal Dunia di Langit Bulusaraung: Cinta, Dedikasi, dan Penerbangan Terakhir

Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan operasi SAR terus dilanjutkan dengan mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU) yang melibatkan ratusan personel.

“Tim SAR masih menyisir sejumlah titik, termasuk lokasi penemuan awal korban, area ekor pesawat, puncak gunung, serta patahan air terjun tempat ditemukannya bagian mesin pesawat,” jelas Andi Sultan.

Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan meski menghadapi medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu.