MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menjajaki kerja sama dengan Japan External Trade Organization (JETRO) untuk membuka akses kesempatan kerja internasional bagi alumni Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Penjajakan tersebut dilakukan melalui kegiatan pembekalan dan sosialisasi peluang kerja ke Jepang yang menghadirkan Perwakilan JETRO Indonesia, Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., sebagai pemateri dalam Workshop Sociopreneurship di Aula Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang dilaksanakan pada 30-31 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas pengelola MPKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan pengelola LKS se-Jawa Timur.
Dalam paparannya, Tulus Winarsunu menyampaikan informasi mengenai peluang kerja di Jepang, termasuk persiapan sumber daya manusia, kompetensi, keterampilan, penguasaan bahasa, serta pemahaman terhadap budaya dan etos kerja masyarakat Jepang.
Materi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pengelola LKS mengenai persyaratan dan tahapan yang perlu dipersiapkan untuk memfasilitasi alumni memasuki pasar kerja internasional.
Ketua MPKS PWM Jawa Timur, M. Himawan Sutanto, M.Si., mengatakan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan orientasi pelayanan sosial, khususnya dalam mempersiapkan masa depan anak setelah menyelesaikan masa pengasuhan di lembaga kesejahteraan sosial.
Pasalnya, tantangan pengelolaan LKS tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan anak. Lembaga juga perlu memikirkan keberlanjutan kehidupan para alumni, terutama dalam aspek keterampilan, pekerjaan, penghasilan, dan kemandirian ekonomi.
“Selama ini, penguatan kapasitas alumni untuk memasuki dunia kerja masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui inovasi program dan kemitraan strategis,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Maklumat.id pada Senin (2/11/2026).
Karena itu, kata dia, penjajakan akses informasi dan jejaring kesempatan kerja ke Jepang menjadi salah satu alternatif pemberdayaan alumni LKS. Upaya tersebut rencananya dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan potensi alumni, penguatan kompetensi, pelatihan keterampilan, serta pendampingan dalam mempersiapkan persyaratan kerja.
Himawan menandaskan, langkah tersebut sekaligus mempertegas orientasi pelayanan sosial Muhammadiyah yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun keberdayaan dan kemandirian.
Semangat Teologi Al-Ma’un, menurutnya, perlu diterjemahkan melalui program nyata yang memungkinkan anak-anak binaan memperoleh kesempatan yang setara, memiliki masa depan lebih baik, dan mampu menentukan kehidupannya secara mandiri.
Melalui penjajakan dengan perwakilan JETRO tersebut, MPKS PWM Jawa Timur berharap dapat membangun kolaborasi yang lebih konkret untuk memperluas akses kesempatan kerja bagi alumni LKS.
Dengan demikian, peran lembaga kesejahteraan sosial diharapkan tidak berhenti pada perlindungan dan pengasuhan, tetapi juga mencakup pendampingan serta pemberdayaan alumni agar siap menghadapi dunia kerja dan menjalani kehidupan secara mandiri.***











