Urgensi Edukasi Kesehatan Wanita Usia Subur untuk Cegah Anemia dan Stunting

MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menggelar penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak bagi remaja putri sebagai bagian dari edukasi kesehatan Wanita Usia Subur (WUS). Agenda ini berlangsung di SDN Jatiblimbing 2, Kecamatan Dander, Bojonegoro pada Kamis (29/1/2026).

Penanggung jawab kegiatan, Nirina Wulan Hapsari menegaskan bahwa edukasi kesehatan perempuan harus dimulai sejak masa remaja. Dengan urgensi tersebut, kegiatan ini lantas berfokus untuk mencegah anemia dan stunting sejak sebelum masa kehamilan.

“‎Penyuluhan difokuskan pada pencegahan anemia pada remaja putri yang merupakan kelompok awal WUS. Anemia pada masa remaja berpotensi berlanjut hingga masa kehamilan dan meningkatkan risiko stunting pada anak. Oleh karena itu, penguatan kesehatan perempuan sejak dini menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini,” ujarnya.

‎Adapun materi yang disampaikan meliputi pengertian anemia pada remaja putri, penyebab serta tanda dan gejalanya, dampak anemia terhadap kesehatan perempuan, hingga peran gizi seimbang dalam mempersiapkan kesehatan reproduksi. Para mahasiswa KNN juga menekankan pentingnya konsumsi protein hewani serta kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah sebagai langkah pencegahan anemia.

‎Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi memasak snack padat gizi berupa kimbab. Nirina menjelaskan bahwa menu ini dipilih karena mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang mendukung kebutuhan nutrisi remaja putri sebagai calon WUS. Proses pembuatannya yang sederhana diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  KKN Umsida Edukasi PKK Desa Cangkring, Olah Food Waste Menjadi Eco Enzyme

“Remaja putri yang sehat dan tidak anemia akan lebih siap secara fisik ketika memasuki masa kehamilan. Ini menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan stunting sejak hulu,” tandasnya.

‎Kegiatan ini diikuti oleh 34 siswi bersama para guru SDN Jatiblimbing 2. Para peserta tampak aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap remaja putri sebagai bagian dari WUS mampu menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang secara berkelanjutan demi terwujudnya generasi yang lebih sehat dan bebas stunting.