Masa Depan Cerah Timnas Futsal Indonesia: Dulu Jadi Lumbung Gol, Kini Paksa ‘Raja Asia’ Iran Sampai Adu Penalti

Timnas Futsal Indonesia yang berhasil mencatatkan sejarah baru dengan mencapai babak final dan menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026. (Foto: @timnasfutsal)

MAKLUMAT — Tim Nasional (Timnas) Indonesia memang gagal merengkuh juara Piala Asia Futsal 2026 usai ditaklukkan Iran lewat drama adu penalti yang emosional di laga final, Sabtu (7/2/2026). Garuda pun harus puas menjadi runner-up dalam ajang dua tahunan itu.

Meski begitu, pencapaian Timnas Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 telah mencatatkan hasil yang luar biasa. Sebelum ini, rekor terbaik Garuda adalah mencapai perempat final atau 8 besar, yakni di Piala Asia Futsal edisi tahun 2022. Kala itu Timnas Indonesia yang masih dibesut pelatih asal Iran, Mohammad Hashemzadeh, harus mengakui keunggulan Jepang setelah pertandingan alot yang berakhir dengan skor tipis 3-2. Jepang sendiri berhasil keluar sebagai juara di tahun tersebut.

Naik-Turun Futsal Indonesia

Jauh sebelum ini, Timnas Indonesia baru mulai mentas dan berpartisipasi di Piala Asia Futsal pada edisi tahun 2002 sebagai tuan rumah. Saat itu Indonesia mencatatkan sekali kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah. Capaian yang sebenarnya tidak terlalu buruk sebagai tim debutan di ajang selevel Asia, terlebih Indonesia juga berhasil menyarangkan 12 gol, meskipun harus kemasukan 11 gol.

Sejak itu, Indonesia selalu berhasil lolos ke Piala Asia Futsal hingga lima kali berturut-turut, yakni edisi 2002, 2003, 2004, 2005, dan 2006. Namun, Garuda belum berhasil keluar dari fase grup, bahkan di edisi 2004 dan 2006, Timnas Indonesia ‘hanya’ menjadi lumbung gol tim-tim kuat macam Iran yang sudah langganan juara.

Di tahun 2004, Timnas Indonesia dilibas dengan skor akhir 3-13 oleh Team Melli—julukan Iran. Pada edisi tahun 2006, Garuda juga menjadi lumbung gol bagi tim yang sudah langganan tampil di Piala Dunia Futsal itu, kali ini dengan skor 1-20.

Setelah sempat absen pada edisi Piala Asia Futsal 2007, Indonesia kembali berlaga di ajang futsal tertinggi di Asia itu dalam empat edisi beruntun dalam format dua tahunan, yakni tahun 2008, 2010, 2012, dan 2014. Namun, Indonesia masih belum beranjak dari fase grup. Di tahun 2014 Garuda juga berjumpa Iran, kali ini berkesudahan 1-5 untuk kemenangan Team Melli.

Kisruh internal PSSI dan intervensi pemerintah yang mengakibatkan FIFA membekukan Timnas Indonesia dari laga internasional, Garuda pun harus gigit jari. Mendung kelabu menggelayuti tak hanya bagi dunia sepak bola tanah air, tapi juga futsal.

Kebangkitan Futsal Indonesia

Setelah FIFA mencabut sanksi, Timnas Futsal Indonesia pada tahun 2018 kedatangan pelatih baru asal Jepang, Kensuke Takahashi, yang kelak dianggap sebagian besar fans maupun pengamat sebagai peletak fondasi kebangkitan Garuda.

Baca Juga  Erick Thohir: Timnas U-17 Layak ke Piala Dunia, Tapi Perjuangan Belum Usai

Selama bersama Indonesia, Kensuke tidak hanya menangani Timnas Futsal senior putra, tetapi ia juga sempat memegang tanggung jawab untuk Timnas Futsal putri dan Timnas Futsal Indonesia U-20. Di bawah tangan dinginnya, kebangkitan Garuda mulai nyata, meski belum mencapai puncak kejayaan. Ia mempersembahkan peringkat Ketiga Piala AFF Futsal 2018, runner-up Piala AFF Futsal 2019, hingga membawa Timnas Futsal Indonesia U-20 mencapai fase semifinal Piala Asia Futsal U-20 tahun 2019.

Selepas Kensuke mundur, Timnas Futsal Indonesia ditangani oleh pelatih asal Iran, Mohammad Hashemzadeh, pada medio Maret 2022 hingga Juli 2023. Di bawah asuhannya, Indonesia mampu menjadi runner-up di Piala AFF Futsal 2022 dan menembus fase perempat final Piala Asia Futsal 2022, pencapaian tertinggi selama 10 kali keikutsertaan Garuda di ajang Piala Asia Futsal.

Pada 9 Juli 2023, Hashemzadeh mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun media sosial pribadinya, menyebabkan publik dan pecinta Timnas cukup terkejut kala itu, padahal pencapaian Garuda cukup menjanjikan. Indonesia mampu meraih hasil terbaik di Piala Asia Futsal dan mampu menyodok ke peringkat 6 futsal Asia.

Hector Souto: Sejarah Piala Asia Futsal

Usai pengunduran diri Hashemzadeh, federasi menunjuk Hector Souto untuk menjadi arsitek Timnas. Pelatih asal Spanyol itu mampu melanjutkan tren positif kebangkitan futsal Garuda, dengan mempersembahkan gelar juara ASEAN Futsal Championship alias Piala AFF tahun 2024, mematahkan dominasi Thailand.

Usai gagal mentas di Piala Asia Futsal 2024 yang digelar di Thailand, di mana Iran berhasil meraih gelar juara Asia untuk ke-13 kalinya, Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Piala Asia Futsal 2026. Kesempatan yang tidak disia-siakan untuk bisa meraih catatan impresif dan menegaskan progress Timnas Indonesia yang terus berada di jalur positif.

Berbagai sejarah dicatatkan Hector Souto dan para anak didiknya dalam Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Jakarta itu. Di keikutsertaan Indonesia yang ke-11 di ajang ini, untuk pertama kalinya skuad Garuda berhasil keluar sebagai juara grup tanpa terkalahkan. Samuel Eko dan kawan-kawan berhasil melibas Korea Selatan 5-0, mengandaskan Kirgistan 3-5, serta menahan Irak 1-1. Membuat Garuda menyamai pencapaian terbaiknya di edisi tahun 2022 dengan mencapai perempat final.

Di babak perempat final, Indonesia berjumpa sesama tim kuat ASEAN, Vietnam, yang pernah menjadi semifinalis Piala Asia Futsal edisi 2016 dan mentas di Piala Dunia bahkan mencapai babak 16 besar pada edisi Piala Dunia 2016. Namun, Indonesia menegaskan bahwa masa depan Timnas di bawah asuhan Hector Souto kian cemerlang. Samuel Eko dan kawan-kawan berhasil menumbangkan Vietnam lewat pertarungan sengit dengan skor akhir 3-2, pencapaian baru bagi Timnas Indonesia, untuk pertama kalinya menembus semifinal Piala Asia Futsal.

Baca Juga  John Herdman Gagal Bawa Timnas Indonesia Masuk Semifinal, Erick Thohir: Kami Evaluasi!

Tak berhenti di situ, Jepang yang merupakan langganan Piala Dunia sekaligus juara 4 kali Piala Asia Futsal—satu-satunya negara selain Iran yang berhasil memenangkan Piala Asia Futsal—sukses dikalahkan Timnas Indonesia lewat laga sengit hingga extra time yang berkesudahan 5-3. Sejarah kembali tercipta, Indonesia berhasil mencapai final Piala Asia Futsal untuk kali pertama dan sekali lagi harus berjumpa ‘Raja Asia’ Iran.

Kemajuan pesat dan masa depan cerah Timnas Futsal Indonesia jelas terlihat pada gelaran Piala Asia Futsal 2026 kali ini. Bahkan, Iran yang di setiap edisi Piala Asia nyaris tak pernah kesusahan saat tampil di final, dipaksa bermain hingga babak adu penalti untuk menentukan gelar juara, usai skor imbang 5-5 sampai extra time. Meskipun Team Melli pada akhirnya berhasil memenangkan babak adu tos-tosan dengan kedudukan 4-5, namun apresiasi tinggi dan penuh pujian layak dilayangkan terhadap performa impresif dan perjuangan tak kenal lelah Timnas Indonesia.

Futsal Indonesia di Jalur yang Tepat

Usai laga final, Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan Samuel Eko dan kawan-kawan, meskipun harus mengakui keunggulan Iran yang secara resmi meraih gelar tersebut untuk ke-14 kalinya.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini sungguh luar biasa,” ujarnya saat jumpa pers usai pertandingan yang menguras tenaga dan emosi tersebut.

Pelatih asal Spanyol itu menilai pencapaian Indonesia menembus final dan memberi perlawanan sengit kepada Iran menjadi bukti perkembangan signifikan skuad futsal Garuda di tingkat Asia.

Menurut Souto, Timnas Indonesia telah menunjukkan kemajuan pesat, khususnya ketangguhan mental, kendati melawan Iran yang sudah langganan mentas di Piala Dunia, bahkan pernah menjadi peringkat 3 di Piala Dunia Futsal 2016.

“Kami sangat kuat secara mental. Cara para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah,” tandasnya.

Ia menyebut timnya mampu bertahan dalam berbagai situasi sulit, hingga memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti, meskipun menghadapi lawan yang memiliki reputasi besar di level internasional.

Baca Juga  Jurnalis Sepak Bola Italia: Patrick Kluivert Gantikan Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Di sisi lain, Souto juga secara terbuka mengakui masih terdapat jarak kualitas antara Indonesia dengan negara-negara papan atas Asia. “Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tempo permainan di kompetisi Asia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan liga domestik, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Indonesia.

Namun, bagaimana pun pencapaian Timnas Futsal Indonesia kali ini manjadi bukti nyata bahwa progress perkembangan skuad Garuda berada pada jalur yang tepat.

Dalam peringkat Futsal FIFA per 12 Desember 2025, Timnas Futsal Indonesia menduduki ranking 24 dunia dan urutan ke-6 di Asia, di bawah Iran (5 FIFA), Thailand (11 FIFA), Jepang (13 FIFA), Vietnam (20 FIFA), serta Uzbekistan (22 FIFA). Diperkirakan, ranking futsal Indonesia akan melejit naik dalam peringkat FIFA terbaru nantinya, mengingat capaian luar biasa skuad Garuda di ajang Piala Asia Futsal 2026 kali ini.

Harapan untuk bisa mengulangi capaian serupa di Piala Asia Futsal 2028 dan meraih tiket ke Piala Dunia Futsal 2028 mendatang bukan sesuatu yang mustahil, selama proses dilanjutkan secara konsisten.

Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan progress yang nyata. Skuad Garuda berhasil memutus dominasi Thailand di Piala AFF Futsal 2024 maupun di SEA Games 2025. Meskipun Thailand dan Vietnam notabene memiliki ranking FIFA di atas Indonesia, dalam beberapa pertemuan terakhir skuad Garuda berhasil meraih kemenangan. Di ajang Piala Asia Futsal 2026 kali ini Indonesia juga berhasil mengalahkan Jepang, juara Asia 4 kali yang kini dilatih Kensuke Takahashi—eks pelatih Timnas Futsal Indonesia. Indonesia juga mampu mengimbangi Iran dan ‘hanya’ kalah melalui adu penalti. Menunjukkan perkembangan pesat skuad futsal Garuda di bawah asuhan Hector Souto.

Perkembangan dan kemajuan Timnas Futsal Indonesia tidak hanya terlihat dari skor atau hasil akhir, maupun gelar yang diraih, tetapi juga tampak dari bagaimana pola permainan yang dijalankan hingga mental bertanding yang tangguh, sekalipun menghadapi lawan-lawan yang secara teknis berada di atas skuad Garuda.

Selamat atas pencapaian yang luar biasa! Tetap konsisten berproses dan terus berjuang, futsal Indonesia berada di jalan yang tepat dan menunjukkan masa depan yang cerah. Dulu Indonesia mungkin menjadi salah satu lumbung gol tim-tim kuat, tapi hari ini Garuda telah mengepakkan sayapnya dan menancapkan cakarnya, menunjukkan kebangkitan menuju kejayaan!