Kader Muhammadiyah Harus Paham Politik Sejak Dini

MAKLUMAT — Urgensi agar semakin banyak kader Muhammadiyah memahami politik dan kekuasaan sejak dini, kembali menggema dalam agenda yang diselenggarakan oleh Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Surabaya di Lucky’s Cafe Surabaya, Senin (16/2/2026).

“Kenapa harus memahami politik dan kekuasaan? Karena manusia hidup itu kan tidak terlepas dari politik dan kekuasaan,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Putri Aisyiyah yang hadir sebagai salah satu narasumber.

Dalam kegiatan Srawung bertemakan Muhammadiyah dalam Bayang-Bayang Paradoks Kekuasaan itu, ia menegaskan bahwa kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari politik dan kekuasaan, terlebih bagi kader-kader organisasi masyarakat.

Ketika berbicara tentang Muhammadiyah, ia menilai bahwa sebuah organisasi ini tidak mungkin melepaskan diri dari politik dan kekuasaan. Setiap pembahasan mengenai kebijakan, kepentingan, dan kekuasaan dalam dakwah Persyarikatan pada hakikatnya juga merupakan pembahasan tentang politik.

“Iya, saya rasa apa yang hari ini kita lakukan, mendiskusikan tentang posisi Muhammadiyah dalam relasi politik dan kekuasaan saat ini, itu menjadi titik yang harus kita dengungkan terus menerus gitu ya, supaya itu juga menjadi momen reflektif kita,” ujarnya.

Baca Juga  Kader IMM Unesa Jadi Runner Up Kompetisi Inovasi Sains Internasional

Ia menekankan bahwa kader-kader Muhammadiyah harus berpolitik dalam arti yang lebih luas, tidak terbatas pada politik praktis. Kehadiran kader Muhamadiyah dalam politik nilai maupun politik praktis harus diupayakan dengan seimbang.

“Dengan kehadiran kawan-kawan JIMM itu akan juga menjadi penyeimbang gitu ya, penyeimbang supaya kekuasaan itu tidak melenakan kita,” pungkasnya.