PWM Jatim Luncurkan 25 Buku di Kajian Ramadan 1447 H, Ini Deskripsi Lengkapnya

MAKLUMAT — Sebanyak 25 buku karya kader-kader Muhammadiyah Jatim resmi di-launching dalam momentum Kajian Ramadan 1447 Hijriah PWM Jatim. Agenda bertemakan Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).

Launching Buku merupakan salah satu rangkaian agenda penting dalam Kajian Ramadan. Kegiatan ini telah menjadi tradisi literasi tahunan, di mana kader-kader Muhammadiyah Jatim menulis dan menerbitkan buku yang diluncurkan bertepatan dengan momentum Kajian Ramadan. Berikut adalah 25 buku tersebut, lengkap dengan nama penulis dan deskripsinya.

Pertama, buku berjudul Membangun Tradisi Baru: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 2000–2025 yang ditulis oleh Tim Penulis PWM Jatim. Buku ini menguraikan perjalanan Muhammadiyah di Jawa Timur pascareformasi. Berbagai aspek mulai dari konsolidasi kelembagaan hingga respon terhadap perubahan zaman terekam dalam buku ini.

Uniknya, sebagian besar tim penulis buku ini berisikan para intelektual muda dari berbagai kampus. Tim ini dipimpin langsung oleh Sekretaris PWM Jatim, Biyanto dan Wakil Sekretaris PWM Jatim, Moh Mudzakkir. Ada juga nama Teguh Imami hingga Azrohal Hasan, duo sejarawan muda jebolan Universitas Airlangga (UNAIR) yang berperan besar di balik terbitnya buku ini.

Kedua, buku berjudul Values Based Finance karya Idah Zuhroh, Nazaruddin Malik, dan Eris Tri Kurniawati. Ketiganya adalah akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Buku ini menjelaskan posisi keuangan berbasis nilai di tengah perubahan global yang cepat di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi. Buku ini juga menganalisis bagaimana integrasi prinsip Islam dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ketiga, buku berjudul Dari Atas Mimbar karya almarhum Abdul Malik Fadjar. Buku ini menyajikan kumpulan pidato penting Eks Menteri Pendidikan Nasional Indonesia, Abdul Malik Fadjar yang disampaikan dalam kurun waktu Agustus 2001 hingga 2002. Pidato-pidato tersebut merekam bagaimana Indonesia mengalami berbagai perubahan besar dalam dunia pendidikan seiring dengan reformasi politik dan sosial yang berlangsung.

Keempat, buku berjudul Perguruan Tinggi Islam: Tujuan, Inovasi, dan Model karya Abdul Malik Fadjar. Buku ini menyajikan berbagai dimensi dalam pendidikan Islam perspektif normatif, filosofis, hingga politis. Buku ini juga membahas fondasi dasar pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan ajaran para ulama, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut membentuk struktur dan praktik pendidikan dalam tradisi Islam.

Baca Juga  Baperan dalam Politik Itu Artinya Tidak Meneladani KH Ahmad Dahlan

Kelima, buku berjudul Pendidikan Transformatif: Catatan Reflektif dari Sisi Kemanusiaan karya Abdul Malik Fadjar. Buku ini menyajikan pemikiran dan perkembangan pendidikan tinggi Islam, serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menyelaraskan antara idealisme pendidikan Islam dan realitas sosial-politik.

Keenam, buku berjudul Inovasi untuk Keberlanjutan Institusi karya Hana Catur Wahyuni, akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Buku ini membahas pemanfaatan inovasi sebagai landasan strategis dalam menjaga keberlanjutan institusi di tengah perubahan lingkungan yang dinamis.

Ketujuh, kumpulan cerpen berjudul Buku-Buku Bekas Abdul Mu’ti karya Nurkhan, Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng, Gresik. Cerpen-cerpen di dalamnya menyajikan kisah-kisah sederhana tentang guru, petani, anak kecil, hingga orang-orang biasa. Kisah-kisah tersebut berupaya menghadirkan bagaimana dakwah dikemas di keseharian.

Kedelapan, buku berjudul Dakwah Merakyat Lewat Parikan karya Soedjono, ustaz yang dijuluki “Dai Segudang Parikan”. Buku ini menghadirkan pendekatan dakwah yang unik dan menghibur dengan memadukan nilai-nilai Islam bersama kearifan budaya lokal Jawa Timur melalui parikan, yakni sebuah pantun berbahasa Jawa yang sarat makna moral dan humor segar.

Kesembilan, buku berjudul Monograf: Intellectual Capital dan Filantropi Islam dalam Pencapaian SDGs karya Sigit Hermawan, Sarwenda Biduri, dan Sintha Wahyu Arista. Ketiganya adalah akademisi UMSIDA. Buku ini mengupas secara mendalam peran modal intelektual dan filantropi Islam dalam mendukung pencapaian SDGs.

Kesepuluh, berjudul Buku Monograf: Digitalisasi Sistem Informasi Penggajian Lembaga Amil Zakat karya Sigit Hermawan, Irwan Alnarus Kautsar, dan Dian Berkah. Dua penulis pertama adalah akademisi UMSIDA. Sedangkan Dian adalah akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Buku ini dapat menjadi acuan bagi para pengelola keuangan dan sumber daya manusia dalam aspek sistem penggajian yang modern dan profesional.

Kesebelas, buku berjudul Intervensi Psikososial Korban Banjir Bandang karya Eko Hardi Ansyah, Ghozali Rusyid Affandi, dan Lely Ika Mariyati. Ketiganya adalah akademisi UMSIDA. Buku ini membahas bagaimana pemulihan kondisi psikologis korban, penguatan dukungan sosial komunitas, peningkatan ketahanan individu dan keluarga, serta pemulihan fungsi sosial masyarakat pascabencana.

Baca Juga  Suara Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur Disampaikan Ke Mendikdasmen dan Wagub, Apa Saja Isinya?

Kedua belas, buku berjudul Mengapa Memilih Muhammadiyah: Sebuah Refleksi Keberagamaan di Tengah Masyarakat Majemuk karya Mujiyono Namuria. Buku ini menyoroti posisi Muhammadiyah di tengah tantangan keberagamaan kontemporer, seperti fanatisme, klaim kebenaran, reduksi agama, hingga pentingnya kedewasaan di ruang publik.

Ketiga belas, buku berjudul Memahami Manhaj Muhammadiyah karya Agus Tricahyo. Buku ini menguraikan pemahaman mendalam tentang manhaj Muhammadiyah, khususnya dalam konteks hubungan dengan gerakan Salafi. Buku ini menyoroti titik temu sekaligus titik pisah yang menjadi perbedaan di antara keduanya.

Keempat belas, buku berjudul Muhammadiyah Boarding School karya Ibnu Habibi, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro Periode 2021-2025. Buku ini menghadirkan gambaran utuh tentang bagaimana Muhammadiyah Boarding School (MBS) tumbuh sebagai model pendidikan Islam modern yang responsif terhadap perubahan zaman.

Kelima belas, buku berjudul Spiritualitas Agama di Tengah Kemunafikan Politik karya Slamet Muliono Redjosari, akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Buku ini membahas dinamika persimpangan pluralisme agama dengan politik secara runtut dengan menelisik jejak-jejak sejarah.

Keenam belas, buku berjudul Pendidikan Karakter Berbasis Kepanduan Hizbul Wathan dan Pramuka karya Samsul Hidayat, Yus Mochamad Cholily, Khozin, dan Afiful Ikhwan. Buku ini menawarkan wawasan tentang bagaimana kegiatan kepanduan dapat mengembangkan disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan.

Ketujuh belas, buku berjudul Muslim Ideologis karya Hoirul Warihin. Buku ini mengulas konsep muslim ideologis, yakni seseorang yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam kaitannya saat berinteraksi dengan dunia yang sangat penuh keberagaman hingga tantangan zaman.

Kedelapan belas, buku berjudul Nasihat Bang Haji: Syarah Lirik Lagu Religi Rhoma Irama karya Hoirul Warihin. Buku ini membahas lagu-lagu Rhoma Irama yang mencermikan nilai keislaman, nasihat, dan kritik sosial. Semua itu dijelaskan dan dikaji secara mendetail dengan merujuk pada Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para ulama.

Baca Juga  Investasi Laboratorium Sains: Tanggapan Atas Temuan Produk Bersertifikat Halal Mengandung Babi

Kesembilan belas, buku berjudul Darurat Salafisme di Muhammadiyah karya Solihul Huda, akademisi UMSURA. Buku ini menguraikan fenomena masuknya ideologi salafisme di dalam lingkungan Muhammadiyah. Di dalamnya juga menyajikan analisis mengenai tantangan Muhammadiyah dalam mempertahankan nilai-nilai Islam moderat yang berkemajuan.

Kedua puluh, buku berjudul “Kiai” Pondok Domba karya Abdul Khamil dan Hari Cahyono. Buku ini menceritakan perjuangan dakwah Muhammadiyah di akar rumput dengan berbagai suka dan dukanya. Berbagai kisah unik dan menarik di balik pendirian ranting Muhammadiyah dihadirkan melalui buku ini.

Kedua puluh satu, buku berjudul Da’i Songo karya Safrizal M Arifin, dkk. Safrizal sendiri adalah Ketua Majelis Tabligh PCM Cakru, Jember. Buku ini menyajikan kumpulan kultum Ramadan dari sembilan dai yang berdakwah di berbagai pelosok Indonesia.

Kedua puluh dua, buku berjudul Math Goes Digital karya Yuli Widdiyati, Wakil Ketua PDA Lamongan sekaligus Kepala SMP Negeri 3 Babat Lamongan. Buku ini menawarkan panduan komprehensif bagi pendidik matematika SMP dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran.

Kedua puluh tiga, buku berjudul Lurah: Antara Harapan dan Realita karya Abdul Khamil, Wakil Ketua PDM Jember sekaligus Lurah Kaliwates. Buku ini menyajikan perspektif dan perenungan penulisnya yang selama beberapa tahun terakhir merasakan dan menjalani langsung tugas sebagai Lurah.

Kedua puluh empat, buku berjudul Pantun Pinuntun karya Masro’in Assafani, Wakil Ketua PDM Lamongan. Buku ini menyajikan 70 pantun yang bersinergi dengan nilai-nilai keislaman. Seluruh pantun yang di buku ini terinspirasi dari Al-Qur’an dan hadis yang mewujud menjadi nasihat singkat dengan bentuk pantun.

Kedua puluh lima, buku berjudul Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000–2025 karya Fathurrahim Suhadi, Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Timur. Buku ini mendokumentasikan seperempat abad kebangkitan kembali gerakan kepanduan Hizbul Wathan di Jawa Timur pascareformasi.​​