IPI Iran Kecam Serangan AS-Israel: Melanggar Kedaulatan dan Perburuk Situasi Keamanan Regional

Sebuah arena dalam ruangan berkapasitas 12.000 tempat duduk di dalam Kompleks Olahraga Azadi di Teheran hancur akibat serangan udara AS-Israel pada Kamis (5/3/2026). (Foto: Tasnim)

MAKLUMAT — Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta mengecam agresivitas Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memulai agresi dengan melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Dalam pernyataan sikap tertulis IPI Iran yang dirilis pada Jumat (6/3/2026) dan ditandatangai Presiden Agiel Laksamana Putra serta Sekretaris Umum Fathimah Hanun Uraidli, para pelajar Indonesia itu menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Khamenei, yang disebut sebagai sosok pemimpin dengan pengaruh besar dalam perjuangan melawan ketidakadilan global.

“Beliau bukan hanya seorang pemimpin bagi rakyat Iran, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketidakadilan global. Dedikasi beliau dalam membela kaum tertindas akan selalu menjadi inspirasi bagi kami,” bunyi pernyataan IPI Iran, dikutip Jumat (6/3/2026).

Selain menyampaikan duka cita, organisasi pelajar Indonesia itu juga mengecam keras operasi militer AS dan Israel terhadap Iran. Mereka mengecam serangan yang menyasar fasilitas sipil dan wilayah kedaulatan Iran, sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional serta hak asasi manusia (HAM).

IPI Iran menilai tindakan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas serta mengancam stabilitas perdamaian dunia.

Baca Juga  50.000 Buruh Terancam PHK Akibat Tarif Trump, Ini Usulan KSPI yang Diapresiasi Prabowo

“Serangan tersebut merupakan tindakan provokatif yang tidak hanya melanggar kedaulatan negara, tetapi juga berpotensi memperburuk situasi keamanan regional,” sorotnya.

Selain itu, IPI Iran juga menyatakan dukungan terhadap rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran dalam mempertahankan kedaulatan negara dari intervensi asing. Mereka menilai perlawanan Iran terhadap dominasi kekuatan global merupakan bagian dari upaya menjaga martabat bangsa yang merdeka dan berdaulat.

“Perlawanan Iran terhadap imperialisme Barat adalah bentuk nyata dari upaya menjaga martabat bangsa yang mandiri dan berdaulat,” sebutnya.

Lebih lanjut, IPI Iran juga menegaskan bahwa amanat konstitusi Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyatakan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Sebagai pelajar Indonesia, kami berdiri teguh pada prinsip anti-kolonialisme dan mendukung setiap bangsa yang berjuang mempertahankan tanah airnya dari cengkeraman penjajahan modern,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, IPI Iran juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak menutup mata terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi serta bersama-sama menentang hegemoni global yang dinilai dapat merusak perdamaian dunia.

Baca Juga  Paksa Iran Sampai Adu Penalti, Indonesia Harus Puas Jadi Runner-up Piala Asia Futsal 2026

Berikut dokumen lengkap: PERNYATAAN SIKAP IPI IRAN

Diketahui, serangan terkoordinasi AS-Israel bersandi “Operation Epic Fury” pada Sabtu (28/2/2026) ke ibu kota Iran, Teheran, serta beberapa kota lain di wilayah negara tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Merespons serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan balasan dengan sandi “True Promise 4” meluncurkan salvo rudal dan drone ke berbagai titik di Israel serta pangkalan militer AS yang tersebar di sejumlah negara, mulai Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Irak, hingga Arab Saudi.

Tak cuma itu, militer Iran juga mulai memblokade jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan paling vital yang dilakukan sekitar 20% distribusi minyak dunia.