Serangan Air Keras Terhadap Andrie Yunus, KontraS: Inilah Titik Nadir Demokrasi

MAKLUMAT — Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras. Peristiwa itu terjadi saat ia tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I ke arah Jalan Talang, Jakarta pada Kamis malam (12/3/2026).

Melansir Instagram resmi @aksikamisan, kekerasan itu telah mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB.

Titik Nadir Demokrasi

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya menegaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar ancaman untuk lembaganya. Namun juga ancaman untuk semua pihak yang disebutnya tidak lelah memperjuangkan demokrasi.

“Ini ancaman, bukan cuma untuk KontraS, tapi untuk kita semua, gitu ya. Teman-teman pers, teman-teman mahasiswa, teman-teman buruh, teman-teman pelajar, teman-teman semuanya yang selalu tidak pernah lelah memperjuangkan demokrasi,” ujarnya, melansir Instagram resmi KontraS.

Baca Juga  Tetesan Air Mata Darah Ibu Pertiwi

Dimas menegaskan Indonesia bukan lagi sedang berada dalam alarm bahaya demokrasi, melainkan sudah berada di jurang dan titik nadir demokrasi.

“Saya mau menyampaikan bahwa situasi ini sudah bukan alarm lagi. Teman-teman di sini semua berkumpul, ini bukan menyampaikan bahwa kita ada di alarm bahaya demokrasi. Inilah jurang demokrasi, inilah titik nadir demokrasi,” tegasnya.

Minta Negara Serius

Ia juga meminta keseriusan negara untuk benar-benar menegakkan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Ia menegaskan agar rezim saat ini, yang telah membentuk Kementerian HAM agar mau berdiri bersama para pembela HAM.

“Saya cuma mau bilang satu, gitu ya, KontraS selalu menempuh, KontraS selalu mengalami sejumlah teror. Yang tentu ini perlu diusut, tentu pelakunya harus diusut. Kami meminta akuntabilitas penegakan hukum kepada negara,” tegasnya.

Dimas juga menyatakan bahwa teror, intimidasi, dan apa yang dialami Andrie Yunus tidak akan menyurutkan maupun menghentikan langkah Kontras yang telah dibangun selama 28 tahun.

“Kita akan terus maju. Saya mungkin akan mengutip sedikit satu kutipan dari anime favorit saya, Attack on Titan, we keep moving forward! Tatakae!” jelasnya.