Umsida Perkuat Green Campus, Ajak Mahasiswa Baru Terapkan Kebiasaan Ramah Lingkungan

Mahasiswa baru Umsida mengisi ulang botol minuman mereka di fasilitas pengisian air minum yang disediakan, sebagai bagian dari upaya pembiasaan dan penerapan kebijakan green campus. (Foto: Dhona/ IST)

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat penerapan kebijakan Green Campus, yang kembali diperkenalkan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Forum Ta’aruf Mahasiswa (Fortama) Tahun Akademik 2026/2027 sesi 2, pada Kamis (17/9/2026).

Kebijakan Green Campus diarahkan untuk membangun lingkungan kampus yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari pengurangan sampah plastik, penghijauan, pemanfaatan energi matahari, hingga penerapan budaya digitalisasi tanpa kertas.

Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, menegaskan bahwa lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan bersama.

“Green Campus menjadi salah satu kebijakan untuk mewujudkan Umsida sebagai kampus yang hijau, kampus yang sehat dan menyehatkan, serta nyaman,” ujarnya.

Paperless Melalui Penerapan Sistem Informasi

Salah satu upaya yang telah dilakukan Umsida, kata dia, yakni melalui penerapan sistem paperless. Ia menjelaskan, penggunaan sistem informasi di lingkungan kampus telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir, sehingga kebutuhan penggunaan kertas semakin berkurang.

“Kalau menggunakan kertas berapa banyak yang kita habiskan. Tapi sudah berjalan sekitar 5-10 tahun terakhir ini, alhamdulillah kita sudah semakin sedikit kertas yang kita gunakan, semua sudah berbasis sistem informasi,” terangnya.

Panel Surya: Kurangi Ketergantungan Energi Konvensional

Selain mengurangi penggunaan kertas, Umsida juga menyiapkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya.

Baca Juga  Fenomena Inden Sekolah Muhammadiyah, Pakar: Orang Tua Sudah Berpikir Investasi Jangka Panjang

Hidayatulloh menjelaskan, pihak kampus telah melakukan survei dan analisis terhadap sejumlah gedung untuk memastikan kesiapan pemasangan panel surya.

“Secara teknis sudah selesai semua perencanaan dan perhitungannya. Sekarang masih dalam proses perizinan. Ketika nanti sudah dapat izin tentu akan kita pasang secara bertahap” jelasnya.

Pemanfaatan energi matahari tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik konvensional, terutama pada penggunaan listrik di siang hari.

Perluasan Penghijauan Area Kampus

Tak cuma itu, Hidayatulloh menyebut Umsida juga memperluas penghijauan di sejumlah area kampus, termasuk Kampus 3. Kawasan tersebut, kata dia, akan dikembangkan dengan penambahan tanaman untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan kampus.

“Ini tidak semata-mata untuk gaya-gayaan, tapi kita niatkan betul untuk meningkatkan kesehatan lingkungan kita, meningkatkan kesehatan kita,” tandas sosok yang juga menjabat Wakil Ketua PWM Jawa Timur itu.

Pembiasaan bagi Mahasiswa Baru

Selain kebijakan di tingkat kampus, penerapan Green Campus juga diperkenalkan kepada mahasiswa baru melalui kebiasaan sederhana. Salah satunya dengan mengimbau mahasiswa membawa tumbler atau botol minum pribadi selama mengikuti kegiatan Fortama dan dalam aktivitas perkuliahan selanjutnya.

Kampus juga menyediakan fasilitas air minum isi ulang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Sementara itu, tempat pengumpulan sampah plastik telah tersedia di sejumlah titik untuk kemudian diolah kembali agar tidak mencemari lingkungan.

Baca Juga  Film Jumbo Bersinar, Dosen Umsida: Karya Animasi Lokal Punya Potensi Besar

“Green Campus tidak hanya sekadar mengurangi sampah plastik, sebisa mungkin kita kurangi sebanyak-banyaknya. Kalau bisa zero plastik di kampus,” ajak Hidayatulloh.

Mahasiswa baru Program Studi Manajemen, Sabrina Dira Kendra, mengatakan dirinya sudah terbiasa membawa tumbler sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik.

“Sudah terbiasa bawa tumbler sendiri, soalnya untuk mengurangi sampah plastik,” ungkapnya.

Menurut Sabrina, fasilitas air minum isi ulang yang disediakan kampus juga memudahkan mahasiswa sekaligus dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli minuman kemasan.

“Bagus, bisa menghemat uang mahasiswa untuk beli minum di luar. Anak-anak cukup bawa tumbler saja dan mengisi airnya di sini,” katanya.

Mahasiswa baru lainnya, Muhammad Hafid Firmansyah dari Program Studi Manajemen, mengaku sebelumnya belum terbiasa membawa tumbler. Namun, setelah mendapat pemahaman mengenai program Green Campus Umsida, ia mulai terdorong untuk mengubah kebiasaannya.

“Baru kali ini dikenalkan Umsida untuk membawa tumbler. Ini bagus karena Green Campus, seperti di sekolah SMA ada Adiwiyata,” kata dia.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan sehingga lingkungan kampus semakin bersih dan penggunaan plastik semakin berkurang.

Menurut Hafid, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik dan membuang sampah pada tempatnya.***

Baca Juga  Lewat Inovasi Shredder Tenaga Surya, Tim Umsida Sabet Juara 1 Lomba Rancang Bangun Mesin

*) Penulis: Romadhona S.