Sri Wahyuni Imbau Waspadai Penularan Campak saat Lebaran, Dinkes Jatim Didorong Lakukan Hal Ini

MAKLUMAT – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengaku khawatir terhadap peningkatan kasus campak di sejumlah daerah di Jawa Timur. Ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi penularan campak saat Lebaran.

Kekhawatiran itu muncul setelah adanya laporan 38 kasus suspek campak pada awal 2026, termasuk yang ditemukan di Kabupaten Tulungagung.

“Kami tentunya sangat mengkhawatirkan peningkatan kasus campak di Jawa Timur, terutama dengan adanya 38 suspek campak di awal 2026 seperti yang dilaporkan di Tulungagung. Saat Lebaran, potensi penularan bisa meningkat karena mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada,” ujar Sri Wahyuni kepada Maklumat, Jumat (13/3/2026).

Karena itu, DPRD Jatim meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara lebih intensif.

Beberapa langkah yang diminta antara lain melakukan deteksi dini melalui sistem surveilans di fasilitas kesehatan, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak.

Selain itu, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan untuk menangani kasus campak yang mungkin meningkat.

 

“Dinas Kesehatan juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar upaya pencegahan dan penanganan campak di daerah dapat berjalan lebih maksimal,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Baca Juga  Apresiasi Sejumlah Capaian, Fraksi PAN DPRD Jatim Beri Catatan Kritis LKPJ Gubernur Jawa Timur

DPRD Jatim juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh fasilitas kesehatan siap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus, sekaligus memberikan dukungan kepada daerah yang terdampak.

Di sisi lain, Sri Wahyuni mengingatkan masyarakat agar turut berperan aktif dalam mencegah penyebaran penyakit ini, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan anak-anak mendapatkan vaksinasi lengkap.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap penyebaran campak bisa ditekan dan kesehatan masyarakat Jawa Timur tetap terjaga, terutama menjelang dan selama Lebaran,” pungkasnya.