MAKLUMAT —Eks Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, menyampaikan pesan terbuka yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump, untuk segera mengakhiri perang di Iran, yang menurutnya berpotensi memicu terjadinya resesi global.
Berbicara atas nama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yakni organisasi akar rumput independen hubungan internasional terbesar di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik, sekaligus pemrakarsa Global Town Hall—suatu konsorsium lebih dari 130 ormas dari berbagai penjuru dunia, Dino menyoroti sikap dan langkah yang ditempuh Trump dengan menyerang Iran.
Mulanya, ia mengapresiasi upaya Trump yang disebut ingin tampil sebagai sosok “Presiden Perdamaian”. Ia juga mengaku sedikit lega ketika AS menginisiasi 20 butir rencana perdamaian untuk mendorong gencatan senjata di Gaza, meskipun ia menilai pembentukan Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) masih memiliki banyak permasalahan.
Namun, Dino menyoroti langkah Trump yang belakangan justru membuat AS menjadi negara yang merasa paling benar, menebar ancaman bagi negara lain, dan hanya memamerkan kekuatan dengan tendensi imperialis.
“Namun, sejak penghargaan Nobel Perdamaian diberikan ke orang lain, anda telah bertindak yang sangat berlawanan dengan profil “Presiden Perdamaian” yang anda cita-citakan. Anda telah mengubah Amerika menjadi negara yang sangat berbeda dari yang kami kenali,” sebutnya, dikutip dari video di kanal Instagram pribadinya pada Sabtu (14/3/2026).
“Kami kini semakin khawatir melihat perkembangan nasionalisme Amerika yang ingin memamerkan keperkasaan (macho), yang merasa paling benar, yang suka menantang lawan, yang bertendensi imperialis, yang mudah menggunakan kekuatan militer, dan yang tidak memiliki kompas moral. Akibatnya, Amerika sering menjadi agresor dalam sejumlah konflik,” lanjut Dino.
Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
View this post on Instagram
Dino menegaskan penolakan sekaligus mengecam keras serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia menandaskan, pandangan tersebut bukan soal pro-Iran ataupun anti-Iran.
“Ini bukan tentang pro-Iran atau anti-Iran. Indonesia sama-sama berhubungan baik dengan AS maupun Iran. Tidak ada pemimpin negara mana pun, tak peduli seberapa kuat, yang berhak untuk merencanakan pembunuhan terhadap pemimpin negara lain. Sesuatu yang bila terjadi pada Amerika atau negara mana pun pasti akan dianggap sebagai deklarasi perang,” tandasnya.
Tak cuma itu, pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei di tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, disebut Dino telah menunjukkan karakter Trump sebagai pemimpin yang tidak berjiwa ksatria.
“Jelas, aksi terencana untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, adalah melanggar hukum dan norma internasional, melanggar Piagam PBB, dan saya yakin, ini juga melanggar hukum AS sendiri, yang melarang Amerika melakukan asasinasi terhadap pemimpin negara lain,” tegasnya.
Sosok yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI itu mengaku khawatir, jika perencanaan dan aksi militer yang ditujukan untuk membunuh pemimpin negara lain dianggap AS sebagai hal yang sah-sah saja, maka negara mana pun di dunia juga bisa jadi akan menganggap hal serupa sebagai sesuatu yang sah untuk dilakukan.
“Itulah tatanan dunia berbahaya yang menyebabkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II, dan mungkin dapat menyebabkan Perang Dunia III,” sorotnya.
Serangan Balasan Iran Hal yang Sah
Serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel, menurut Dino, memaksa Iran untuk membalas dengan tindakan serupa. Ia menilai hal itu akan sah dan lumrah dilakukan oleh negara mana pun jika kedaulatannya diserang, apalagi jika pemimpinnya dibunuh.
Namun, ia menggarisbawahi tindakan sembrono Trump menyerang Iran, yang mengakibatkan berbagai negara lain di kawasan menjadi terkena oleh dampaknya dan memicu gejolak di kawasan tersebut.
“Serangan AS dan Israel telah memaksa Iran membalas dengan aksi militer, yang lumrah dilakukan negara mana pun jika diserang. Hal ini telah membahayakan negara-negara lain. Rembetan perang sudah menyebar ke Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Oman, Kuwait, Irak, Yordania, Turki, Lebanon, Suriah, Siprus. Upaya rekonsiliasi strategis seperti yang sebelumnya dijalin antara Arab Saudi dan Iran pun terhenti,” katanya.
Lebih lanjut, Dino menegaskan bahwa eskalasi konflik dan gejolak di Timur Tengah saat ini seluruhnya disebabkan oleh keputusan Trump dan Israel. Ia menuding Trump tidak menciptakan perdamaian sebagaimana yang sering diucapkannya, tetapi justru menggelorakan peperangan.
Amerika Serikat yang di masa lalu menurutnya telah “berjasa” mengakhiri perang dunia dan menciptakan dunia yang aman, kini justru menjadi negara yang merusak perdamaian tersebut.
“Ini semua karena anda, Bapak Presiden (Trump), dan karena Israel. Alih-alih menyebarkan perdamaian, anda justru menyebarkan perang. Negara yang saat perang dunia terakhir berjasa “membuat dunia menjadi aman untuk demokrasi”, kini menjadi negara demokrasi yang membuat dunia justru tidak aman.Rakyat Amerika tidak memilih anda untuk bertindak seperti ini,” sorotnya.
Akibat tindakan Trump yang bersama-sama dengan Israel melancarkan serangan ke Iran, Dino menilai banyak rakyat AS, termasuk para pendukung Trump sendiri, yang kini mulai menyadari bahwa pro-Trump, pro-Amerika, ataupun pro-Israel, adalah hal yang sama sekali berbeda.
Dampak terhadap Indonesia dan Negara Lain
Lebih jauh, Dino menegaskan bahwa dampak dari eskalasi konflik di Timur Tengah tidak hanya dirasakan oleh negara-negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga dirasakan oleh berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia.
Menurutnya, serangan AS-Israel ke Iran telah berdampak langsung terhadap kenaikan harga minyak dunia, yang akibatnya Indonesia bakal menghadapi risiko tekanan anggaran, kenaikan inflasi, kenaikan harga pangan, bertambahnya pengangguran, hingga melambatnya pertumbuhan. Jika hal tersebut dibiarkan terjadi, maka akan memicu kemarahan sosial dan guncangan politik.
“Presiden Trump, anda pernah mengatakan ini hanyalah “harga kecil yang harus dibayar” untuk meruntuhkan Iran. Kami tidak sepakat, karena ini adalah harga yang besar, yang sangat besar, bagi Indonesia, dan juga bagi banyak negara lain di dunia, termasuk sekutu terdekat Amerika yang akan turut menderita akibat tindakan gegabah anda,” selorohnya.
Selain itu, jika konflik tersebut dibiarkan berkepanjangan dan harga minyak dunia masih tidak terkendali, Dino mengaku khawatir bakal memicu resesi global, yang akan mengakibatkan ratusan juga warga dunia jatuh dalam kemiskinan, termasuk rakyat Amerika.
“Semua orang, termasuk rakyat Amerika pun akan rugi. Ini pun akan menjadi masalah politik untuk anda,” sebutnya.
Ia menyebut, AS di bawah kepemimpinan Trump telah menjelma sebagai “kekuasaan tirani” yang sewenang-wenang layaknya imperialis.
“Presiden Trump, di era anda, Amerika Serikat telah memperoleh reputasi yang janggal sebagai “kekuasaan tirani” yang sewenang-wenang dan berperilaku seperti imperialis. Maka kami, rakyat Indonesia, dan saya yakin juga banyak warga di dunia memohon kepada anda, hentikan kegilaan ini. Setop memicu perang. Setop mendorong dunia jatuh ke jurang kegelapan,” tegasnya.
Dino meminta agar Trump segera menarik diri dan menghentikan serangan ke Iran. Ia juga mendorong agar Trump kembali kepada inisiatifnya untuk perdamaian dunia, termasuk mewujudkan kemerdekaan Palestina, hingga mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia juga meminta agar Trump mengevaluasi dan memperbaiki BoP.
“Hentikan serangan ke Iran. Jangan mau dimanipulasi oleh Perdana Menteri Netanyahu untuk berperang demi kepentingannya. Perjuangkan kemerdekaan Palestina dengan serius. Perbaiki Board of Peace agar tidak terkesan menjadi organisasi pribadi anda dan lebih fokus pada tujuan perdamaian, keadilan, dan juga realisasi solusi dua negara, yang sekarang telah menjadi harapan sebagian besar negara-negara dunia. Bantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina seperti yang dulu anda janjikan saat kampanye. Upayakan kerja sama yang sehat dan saling menghormati dengan Tiongkok yang dapat memberi manfaat bagi dunia, termasuk kami yang berada di kawasan Indo-Pasifik,” pesannya.
Tak cuma soal perang Timur Tengah, Dino juga meminta agar Trump membantu dengan langkah nyata untuk mengatasi krisis iklim yang semakin nyata, menghormati nilai-nilai dalam Piagam PBB, dan menciptakan AS sebagai negara yang mampu membangun jembatan perdamaian dunia.
“Bantu umat manusia menangani krisis perubahan iklim. Ciptakan kondisi di mana semua negara bisa maju bersama dalam perdamaian dan kemakmuran. Hormati Piagam PBB yang merupakan salah satu kontribusi terbesar Amerika bagi perdamaian dunia. Patuhilah hukum internasional. Bangun jembatan, bukan perpecahan. Jadilah presiden yang bisa menunjukkan kepada orang tua dan anak-anak di seluruh dunia bahwa Amerika bukan bangsa yang egois dan kasar, tapi bangsa yang baik hati dan bermartabat,” kata dia.
Menurut Dino, slogan “Make America Great Again (MAGA)” yang digaungkan Trump, tidak akan berarti apa pun jika kehebatan Amerika justru dipandang oleh publik dunia sebagai ancaman dan menebarkan ketakutan.












