MAKLUMAT — Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM Jatim, Muhammad Mirdasy mengutuk segala bentuk teror yang menimpa para aktivis. Salah satunya adalah yang menimpa Andrie Yunus baru-baru ini.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu mengalami serangan berupa penyiraman air keras, Kamis (12/3/2026). Andrie lantas mengalami luka bakar sebanyak 24%.
“Segala bentuk penindasan terhadap aktivis yang membela kepentingan masyarakat lemah harus dilindungi,” ujar Mirdasy kepada wartawan Maklumat.id pada Kamis (13/3/2026).
Pria yang juga akrab disapa Abah Mirdas itu lantas mendesak aparatur negara untuk segera menemukan pelaku teror. Bukan hanya pelaku penyiraman air keras, namun juga aktor utama yang memberi perintah.
“Segera dibongkar alasan penyiraman dan siapa aktor di baliknya. Jangan sampai polisi juga dituding menghalangi penindakan atas aktivis yang menyuarakan aspirasi masyarakat tertindas,” tegasnya.
Abah Mirdas menjelaskan bahwa peristiwa semacam ini merupakan bagian dari pola lama yang berulang dan kerap digunakan sebagai cara untuk menekan serta membungkam para pegiat yang memperjuangkan nilai-nilai demokrasi.
“Hal ini terjadi bukan sekali. Ini cara-cara lama membungkam para pegiat pro demokrasi. Pemerintah dan seluruh aparatur hukum hendaknya mampu mencegah praktik serupa yang biadab dan tidak bertanggung jawab ini,” jelasnya.
Karena pola serupa banyak ditemukan, ia berpesan agar negara benar-benar hadir melindungi para aktivis dengan segera mengusut tuntas setiap bentuk teror dan kekerasan yang terjadi.
Jika kasus ini tidak segera dibongkar secara cepat dan menyeluruh hingga menyentuh aktor utamanya, kepercayaan masyarakat terhadap jaminan kebebasan berpendapat lambat laun akan semakin menurun.
Abah Mirdas juga berpesan kepada seluruh aktivis di berbagai sektor bahwa musuh demokrasi semakin menampakkan wajahnya. Karena itu, ia mengingatkan agar para aktivis terus berjejaring, tidak bergerak sendiri, memperkuat kolaborasi, serta menguatkan tekad.
“Kepada seluruh aktivis pembela kepentingan masyarakat tertindas, jangan jadikan kejadian ini memicu keengganan dan menyusutnya nyali untuk terus memperjuangkan kebenaran,” pungkasnya.













