Eco Driving Jadi Kunci Hemat BBM Saat Mudik Lebaran, Pakar UMM Bagikan Tips

MAKLUMAT – Eco driving menjadi kunci penting bagi pemudik yang ingin menekan konsumsi bahan bakar selama perjalanan Lebaran. Gaya berkendara ini tidak hanya membuat penggunaan BBM lebih efisien, tetapi juga mampu mengurangi emisi kendaraan hingga mendekati 50 persen.

Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan Ammar Putra, menjelaskan bahwa eco driving pada dasarnya adalah cara mengoperasikan kendaraan agar kerja mesin tetap optimal.

“Eco driving adalah upaya menjaga putaran mesin di rentang ideal, sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan dan proses pembakaran berlangsung efisien,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kunci utama eco driving adalah menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil. Lonjakan konsumsi BBM, lanjut Fauzan, paling besar terjadi saat kendaraan berakselerasi secara agresif.

Relatif Hemat BBM

Karena itu, pengemudi disarankan menghindari perubahan kecepatan yang drastis. Menginjak pedal gas secara mendadak hanya akan membuat mesin bekerja lebih berat dan boros bahan bakar.

Selain itu, penggunaan transmisi juga berperan penting. Menahan gigi rendah terlalu lama akan membuat putaran mesin tinggi dan meningkatkan konsumsi BBM. Sebaliknya, perpindahan gigi pada waktu yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara tenaga dan efisiensi.

Baca Juga  UMM Kenalkan Tiga Pilar Excellent Solution Center kepada 5.600 Mahasiswa Baru Gen 26

Pengemudi juga perlu memperhatikan putaran mesin atau revolutions per minute (RPM). Mesin memiliki rentang ideal untuk menghasilkan pembakaran paling efisien. RPM yang terlalu tinggi akan meningkatkan konsumsi bahan bakar, sementara RPM terlalu rendah membuat mesin bekerja lebih berat.

Hal lain yang kerap diabaikan adalah kebiasaan membuka jendela saat berkendara. Secara aerodinamika, kondisi tersebut meningkatkan hambatan udara sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.

“Lebih baik menggunakan AC dengan pengaturan yang bijak. Jika kaca dibuka, hambatan udara meningkat dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” jelasnya.

Pentingnya Gaya Mengemudi

Dalam praktiknya, Fauzan mengakui kondisi lalu lintas tidak selalu ideal. Namun, pengemudi tetap bisa menerapkan eco driving dengan menjaga ritme berkendara yang tenang dan terkontrol.

Tak hanya berdampak pada efisiensi bahan bakar, eco driving juga berkontribusi pada aspek keselamatan. Gaya berkendara yang halus membuat pengemudi lebih antisipatif terhadap kondisi jalan serta mengurangi kelelahan selama perjalanan jauh.

Selain teknik berkendara, beban kendaraan juga perlu diperhatikan. Muatan berlebih akan meningkatkan kerja mesin dan berisiko menyebabkan overheat. Pengemudi disarankan membawa barang secukupnya atau memanfaatkan jasa ekspedisi.

Baca Juga  Bupati Subandi Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Ketertiban, dan Kondusivitas Selama Mudik Lebaran

Dengan menerapkan eco driving, perjalanan mudik tidak hanya lebih hemat bahan bakar, tetapi juga lebih aman dan ramah lingkungan. Gaya berkendara yang halus, stabil, dan terkontrol menjadi kunci agar perjalanan panjang tetap nyaman hingga tiba di kampung halaman.