Persiapan Haji 2026, Dinkes Wonosobo Tekankan Pentingnya Istithaah Kesehatan

MAKLUMAT — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus berjalan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo menegaskan bahwa istithaah kesehatan menjadi syarat utama bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Jaelan menuturkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh. Tujuannya, memastikan para calon jemaah benar-benar mampu secara fisik menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina dan kondisi tubuh yang prima.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan manasik haji terintegrasi di Gedung Sasana Adipura Wonosobo, jumlah calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Wonosobo tercatat sebanyak 1.064 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia terbanyak berada pada rentang usia 56 hingga 65 tahun. Seluruh jemaah direncanakan berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta (YIA).

Namun, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa tidak semua calon jemaah dapat diberangkatkan tahun ini. Dinas Kesehatan menyebutkan, sekitar 958 jemaah dinyatakan siap berangkat. Sisanya belum dapat diberangkatkan karena belum memenuhi syarat istithaah kesehatan.

”Secara umum jemaah memenuhi syarat kesehatan. Namun, ada beberapa yang memerlukan pendampingan obat dan ada juga yang belum memenuhi syarat istithaah sehingga keberangkatannya ditunda,” jelas Jaelan.

Ia menambahkan, jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat istithaah dengan pendampingan obat, diharapkan membawa bekal obat pribadi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci yang diperkirakan berlangsung sekitar 40 hari. Selain itu, Dinas Kesehatan mengimbau para calon jemaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas atau rumah sakit guna memantau kondisi tubuh menjelang keberangkatan.

Baca Juga  DPP IMM Apresiasi Kemenhaj RI dalam Penyelenggaraan Haji 2026: Berjalan Sukses

Berdasar hasil pemantauan dari manasik kesehatan berbasis Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), tingkat kebugaran sebagian jemaah masih berada pada kategori cukup hingga kurang. Oleh karena itu, para calon jemaah dianjurkan mulai meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan sesuai kemampuan masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting agar jemaah memiliki ketahanan fisik yang cukup dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Mulai aktivitas di Makkah, Madinah, hingga puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Melalui persiapan kesehatan yang matang, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap para jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, aman, serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (*)