Muktamar NU 2026 Mulai Dipanaskan, Penunjukkan Gus Ipul Pimpin Panitia Inti Jadi Nilai Politis?

nu

MAKLUMAT — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Muktamar NU 2026. Struktur panitia inti resmi dibentuk, dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dipercaya sebagai ketua panitia atau panitia inti.

Gus Ipul mengungkapkan, pembentukan panitia menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian agenda berjalan terarah dan sistematis.

“Panitia inti sudah dibentuk. Insya Allah sebelum muktamar akan digelar konferensi besar dan munas alim ulama,” ujarnya dikutip, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan dirinya tidak hanya memimpin panitia muktamar, tetapi juga dipercaya memimpin pelaksanaan konferensi besar dan musyawarah nasional alim ulama sebagai agenda pra-muktamar.

Mantan Wagub Jawa Timur ini mengungkapkan PBNU kini tengah melengkapi struktur kepanitiaan secara menyeluruh. Sejumlah tokoh NU ditunjuk untuk memperkuat jalannya persiapan. Di antaranya, Katib Aam PBNU sebagai Steering Committee (SC), Mohammad Nuh sebagai sekretaris SC, Amin Said Husni sebagai sekretaris Organizing Committee (OC)

“ Langkah ini menunjukkan PBNU mulai mengunci arah organisasi menjelang forum tertinggi NU tersebut,” tutur Gus Ipul.

Ia memastikan Muktamar NU akan digelar pada pertengahan 2026, sekitar Juli hingga Agustus. Saat ini panitia fokus pada dua hal utama, yakni penyempurnaan struktur kepanitiaan, dan penyusunan materi konbes dan munas yang akan menjadi bahan utama muktamar.

Baca Juga  ​PBNU Wajibkan Gelar Munas-Konbes di Ponpes, Sinyal Pulihkan Pesantren dari Citra Negatif?

“Setelah struktur lengkap, kami akan susun materi yang nantinya dibahas dalam konbes dan munas, sekaligus menjadi dasar muktamar,” jelas Gus Ipul.

Pembentukan panitia inti menjadi sinyal kuat bahwa Muktamar NU 2026 telah masuk fase awal konsolidasi organisasi. Penunjukan Gus Ipul sebagai ketua panitia bukan sekadar teknis, tetapi juga politis. Posisi ini strategis karena mengendalikan jalannya agenda, ritme forum, hingga dinamika peserta.

Ini membuka spekulasi bahwa Gus Ipul akan menjadi figur sentral dalam konfigurasi kekuatan menuju muktamar.

Kemudian, agenda konferensi besar dan munas alim ulama bukan sekadar formalitas. Forum ini biasanya menjadi ruang konsolidasi awal, seperti penyamaan visi antar-elite, penguatan basis dukungan, dan uji arah kebijakan organisasi. Artinya, arah muktamar sudah mulai “dipetakan” jauh sebelum forum utama digelar.

Muktamar NU bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga arah kebijakan keumatan, posisi NU dalam dinamika nasional dan relasi dengan pemerintah dan kekuatan politik. Dengan waktu pelaksanaan di pertengahan tahun, dinamika internal NU diprediksi akan semakin intens dalam beberapa bulan ke depan.

Pembentukan panitia inti menandai bahwa Muktamar NU 2026 tidak lagi sekadar agenda rutin, tetapi sudah masuk fase strategis yang menentukan arah organisasi ke depan. Nama-nama yang muncul sejak awal akan menjadi kunci membaca peta kekuatan dan potensi konfigurasi kepemimpinan NU berikutnya.

Baca Juga  Kiai Sepuh Minta Muktamar ke 35 NU Bersih dari Transaksi dan Mobilisasi AHWA