Berawal dari Polisi Jadi Kurir, Pabrik Zenith Raksasa di Semarang Terbongkar

MAKLUMAT – Aparat kepolisian membongkar industri rumahan narkotika jenis Zenith berskala besar di Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Kasus ini terungkap dari penangkapan seorang anggota polisi yang diduga menjadi kurir dalam jaringan tersebut.

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat mengungkap keberadaan pabrik tersembunyi ini, setelah menerima laporan masyarakat terkait maraknya peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Barat.

Penyelidikan mengarah pada seorang pria berinisial P yang ditangkap di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tangan pelaku, polisi menyita 120 ribu butir Zenith.

Hasil pemeriksaan menunjukkan P berperan sebagai kurir di bawah kendali tersangka utama berinisial D. Informasi ini menjadi pintu masuk bagi aparat untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Tim gabungan kemudian bergerak ke Semarang. Pada 9 April 2026, polisi berhasil menangkap D di kediamannya sekaligus menggerebek gudang yang telah dimodifikasi menjadi laboratorium produksi narkotika.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan 186 ribu butir Zenith siap edar serta 1,83 ton bahan baku prekursor yang dapat diolah menjadi jutaan pil. Polisi juga menyita mesin cetak otomatis dan peralatan produksi lainnya yang menunjukkan operasi ini berjalan secara terstruktur dan masif.

Baca Juga  Polisi Tetapkan 4 Tersangka, DPR Sentil Newport: Jangan Ulangi Blunder Holywings

“ Pengungkapan ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat luas,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, penggagalan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith berpotensi menyelamatkan jutaan jiwa dari risiko kerusakan saraf hingga kematian.

Jaringan ini diketahui menyasar remaja dan kalangan pekerja sebagai target utama. Dengan kapasitas produksi besar, pabrik tersebut dinilai sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda.

Para tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis dalam UU Narkotika dan KUHP baru. Sementara itu, penyidik masih terus mengembangkan kasus untuk memburu pelaku lain yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini menegaskan jaringan narkotika kini beroperasi layaknya industri dengan sistem produksi yang rapi dan terorganisasi. Skala temuan di Semarang menunjukkan peredaran Zenith sudah jauh melampaui level distribusi kecil.

Keterlibatan oknum polisi menjadi catatan serius. Ini bukan sekadar pelanggaran individu, tetapi sinyal adanya celah dalam pengawasan internal yang bisa dimanfaatkan jaringan kriminal.

Ke depan, penindakan tidak cukup berhenti pada penggerebekan. Aparat perlu memutus rantai pasok bahan baku sekaligus memperkuat integritas internal. Tanpa itu, jaringan serupa akan terus muncul dengan pola yang lebih canggih.

Baca Juga  DPR Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Eksploitasi Anak di Produk Liquid Vape oleh YouTuber Bigmo