MAKLUMAT — Wakil Sekretaris PWM Jatim, Moh Mudzakkir menekankan pentingnya manajemen konflik dalam suatu organisasi. Konflik adalah keniscayaan yang hampir selalu muncul dalam dinamika kelembagaan sehingga harus dihadapi, bukan dihindari.
“Namun bukan berarti tidak bisa diatasi, meski terlihat pelik. Sudah ada suatu kajian bernama manajemen konflik, dan kita bisa mempelajarinya,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id pada Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, konflik di dalam organisasi merupakan hal lumrah. Bentuknya beragam, mulai dari persoalan keuangan, rivalitas antarpihak yang tidak sehat, hingga relasi kuasa antara senior terhadap junior.
Karena itu, organisasi perlu memiliki cara pandang dan mekanisme yang tepat agar gesekan tidak berkembang menjadi persoalan lebih besar. Dalam konteks ini, manajemen konflik menjadi pendekatan sistematis untuk mengelola, mengurangi, atau menyelesaikan perselisihan secara konstruktif.
Pendekatan itu dapat dilakukan melalui berbagai strategi. Mulai dari kolaborasi, kompromi, akomodasi, kompetisi, maupun menghindari konflik dalam situasi tertentu. Ada berbagai teori perihal manajemen konflik yang sudah banyak berkembang.
“Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang harmonis, memitigasi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuh Sosiolog Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut.
Mudzakkir mengingatkan agar organisasi tidak membiarkan konflik berlarut-larut. Ia menilai situasi “perang dingin” sering kali lebih berbahaya karena konflik nyata terjadi dan berdampak, tetapi dibiarkan hanya karena pihak-pihak terkait enggan memperbesar persoalan.
Ia menegaskan, konflik harus segera dihadapi dan diselesaikan. Jika dibiarkan, masalah kecil berpotensi menumpuk dan berubah menjadi bom waktu yang mengganggu jalannya organisasi.
Selain itu, ia menilai meski teori manajemen konflik terus berkembang, implementasinya tetap membutuhkan jam terbang. Karena itu, kemampuan mengelola konflik perlu terus diasah hingga menjadi kecakapan dalam berorganisasi.
“Bukan mustahil konflik diselesaikan, berorganisasi itu memang ibaratnya belajar,” pungkasnya.













