Beri Tausiyah di Pelantikan DMI Surabaya, Thohir Luth Tekankan Niat dan Jihad Organisasi

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Prof Thohir Luth. (Foto: Suwaiby)

MAKLUMAT — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Thohir Luth MA, menekankan pentingnya niat dalam berorganisasi, termasuk dalam berorganisasi di lingkungan masjid.

Hal itu ia sampaikan ketika memberikan tausiyah dalam Pelantikan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya periode 2026-2031, yang dilaksanakan di Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga (Unair) pada Ahad (19/4/2026).

Sejumlah tokoh publik tampak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Sudjak, Said Asrori, Mohammad Nuh, hingga Mohammad Nasih. Dalam kesempatan itu, Thohir Luth mengawali tausiyahnya dengan membawakan pantun singkat. “Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus,” ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Menurutnya, pantun itu sengaja ia bawakan sebagai pengingat supaya para pengurus DMI Surabaya bergerak cepat dalam memakmurkan masjid.

Dalam tausiyahnya, Thohir Luth menegaskan bahwa amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan, melainkan ladang pengabdian yang luas. Sebab itu, ia menekankan pentingnya niat dalam berorganisasi, termasuk di lingkungan masjid.

Ia mengingatkan seluruh pengurus agar senantiasa meniatkan setiap kerja-kerja yang dilakukannya sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah Swt.

“Kita mengurus umat melalui media dan tempat apa saja, pastikan bahwa kita sedang beribadah dan ber-jihad fi sabilillah,” ujarnya.

Baca Juga  Terpilih sebagai Ketua PDPM Pacitan, Khomarudin Tegaskan Kesiapan Bersinergi

Mengutip Surah An-Nisa ayat 95, Thohir Luth menandaskan keutamaan orang-orang yang berjihad dengan harta benda dan jiwanya. Para mufasir, kata dia, sepakat bahwa derajat kemuliaan bagi para mujahid, termasuk mereka yang mengurus kemaslahatan umat melalui masjid, merupakan janji Allah yang sangat agung.

Lebih lanjut, Thohir Luth juga menyinggung keteguhan dalam perjuangan hingga akhir hayat, dengan merujuk pada Surah An-Nisa ayat 100. Ia menjelaskan bahwa aktivitas keluar rumah untuk mengurus masjid merupakan bagian dari jihad dalam konteks pengabdian modern.

“Barang siapa yang keluar dari rumah untuk hijrah, maksudnya berjihad di jalan Allah, kemudian dia menemukan ajal dalam perjuangannya, maka sungguh dia telah mendapatkan kematian yang mulia di sisi Allah,” terang pria yang merupakan Guru Besar Ilmu Hukum Islam Universitas Brawijaya (UB) Malang itu.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dedikasi dalam organisasi kemasjidan memiliki nilai transendental yang melampaui urusan duniawi. Ia berharap para pengurus mampu menjaga semangat pengabdian dengan penuh keikhlasan.

Dalam kesempatan tersebut, Thohir menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahim bersama sejumlah tokoh yang turut hadir. Menurutnya, kebersamaan para tokoh tersebut merupakan simbol kekuatan umat yang harus diterjemahkan oleh DMI Surabaya dalam program nyata yang menyentuh masyarakat.

Baca Juga  DK3P Jawa Timur Dorong Masjid Al-Badar Surabaya untuk Jadi Percontohan Penerapan K3L

Ia mendoakan agar para pengurus DMI Surabaya senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan, serta berharap momentum pelantikan tersebut menjadi titik awal kebangkitan peradaban masjid di Kota Pahlawan, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat solusi bagi persoalan umat.