MAKLUMAT – Apindo menegaskan bahwa kolaborasi dunia usaha dan serikat pekerja menjadi faktor krusial menjaga daya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Hal ini disampaikan di tengah tekanan ekonomi global yang masih terus berlanjut.
Wakil Ketua Umum DPN Apindo, Sanny Iskandar bahwa sinergi lintas pihak adalah kunci menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
“Kolaborasi dunia usaha dan serikat pekerja sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan,” ujarnya kala hadir dalam rapat kerja dan konsultasi provinsi (Rakerkonprov) Apindo Jawa Timur di Kota Batu, 21-23 April 2026.
Tekanan Ekonomi Global Masih Berat
Sanny memaparkan, kondisi perekonomian dan iklim usaha sepanjang 2025 menunjukkan tekanan cukup berat, terutama di sektor riil. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi belum optimal dan cenderung tidak merata.
Penyebab utamanya adalah dinamika geopolitik global, termasuk konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Konflik ini memicu lonjakan harga energi dunia. “Dampaknya langsung ke biaya produksi di berbagai sector,” jelasnya.
Kenaikan harga energi, kata Sani, berdampak pada biaya logistik dan bahan baku industri. Sejumlah sektor mulai menghadapi tekanan pasokan. “Mulai dari sektor plastik, makanan dan minuman, hingga nikel,” tambahnya.
Lebih lanjut, kenaikan harga komoditas juga berpotensi menekan daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi pun ikut tertahan.
Jawa Timur Punya Peran Strategis
Di tengah berbagai tantangan itu, Jawa Timur dinilai memiliki peran strategis memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan jumlah penduduk lebih dari 41 juta jiwa, provinsi ini adalah penggerak utama ekonomi.
Kontribusi sektor industri pengolahan di Jatim tercatat sekitar 31 persen terhadap total PDRB. Selain itu, Jatim juga menjadi kontributor PMA terbesar ketiga nasional dengan nilai Rp147 triliun.
Tak hanya itu, Jatim juga penyumbang PDRB terbesar kedua nasional sekitar Rp3,40 triliun. Dari sisi ekspor, provinsi ini menempati posisi kedua dengan nilai mencapai USD 28,5 miliar.
Produktivitas Jadi Fokus Bersama
Karena itu, Apindo terus mendorong peningkatan produktivitas nasional. Caranya, melalui penguatan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan serikat pekerja.
Sani menegaskan, kolaborasi dunia usaha dan serikat pekerja tidak bisa ditawar lagi. Sinergi yang kuat akan membuat daya saing nasional terus meningkat.
“Produktivitas harus menjadi fokus bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis daya saing nasional dapat terus ditingkatkan di tengah dinamika global,” pungkas Sani.
Rakerkonprov Apindo Jatim, sengaja melibatkan UMKM sebagai sektor yang tahan terhadap tekanan. Seperti yang disampaikan Ketua Apindo Jatim, Eddy Widjanarko bahwa kekutan ekonomi daerah hingga nasional tak lepas dari kekuatan UMKM.
“Kenapa kami libatkan UMKM, karena irisannya sangat kuat dengan Kota Batu, sebagai kota wisata. Jika UMKM lemah, pariwisata di Kota Batu ikut berpengaruh,” ujar Eddy memungkasi.














