MAKLUMAT — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr dr Sukadiono MM menyampaikan tiga pesan khusus bagi media -media official di bawah naungan PWM Jawa Timur.
Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan dalam Resepsi Milad 1 Dekade Pwmu.co, yang dilangsungkan di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) pada Sabtu (25/4/2026).
Pertama, pria yang akrab disapa dokter Suko itu meminta agar media-media official di bawah naungan PWM Jawa Timur menegaskan kekhasan dan keunggulannya masing-masing. Seperti Pwmu.co yang concern pada berita-berita kegiatan Muhammadiyah dan AUM, Maklumat.id yang menonjol pada isu-isu politik dan kebijakan publik, serta Majelistabligh.id yang fokus pada dakwah Muhammadiyah dan topik-topik keislaman.
Kedua, ia berpesan agar ketiga media official PWM Jawa Timur itu menguatkan kolaborasi, sehingga tercipta ekosistem media Muhammadiyah Jawa Timur yang bagus dan solid. Ia pun meminta Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) PWM Jawa Timur untuk mendorong hal tersebut.
“Kolaborasi sesama media di Muhammadiyah Jawa Timur. Bukan berarti dijadikan satu, tapi bagaimana ketiga media ini saling support, saling menguatkan, tumbuh bersama-sama. Saya minta MPID bisa mendorong kolaborasi tiga media ini,” tandasnya.
Ketiga, dokter Suko menegaskan insan-insan pers di lingkungan Muhammadiyah Jawa Timur agar menjadi apa yang disebutnya sebagai “jurnalis solusi”.
“Jadilah jurnalis solusi, bukan jurnalis yang memprovokasi. Di era banjir informasi ini, jurnalis Muhammadiyah harus hadir sebagai penyejuk dan pemberi jalan keluar atas persoalan umat,” tegasnya.
Ia menyoroti cara menyampaikan kritik di media. Ia menegaskan bahwa kritik adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun ia menekankan bahwa kritik juga harus disampaikan dengan cara yang santun, sehingga pembaca menurutnya bisa lebih mudah untuk memahami, serta tidak menimbulkan kegaduhan apalagi perpecahan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya tabayun ketika memperoleh data dan informasi, sebelum diberitakan. “Harus ada proses tabayun. Verifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai berita yang kita sajikan justru menyesatkan” tandas pria yang pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
Selain itu, dokter Suko juga menekankan supaya media-media official PWM Jawa Timur selayaknya lebih banyak memberitakan dinamika di Jawa Timur sebagai root-nya.
“Karena ini media milik Muhammadiyah Jawa Timur, maka porsi pemberitaan Jawa Timur ya harus lebih banyak dan dominam,” sebutnya.














