MAKLUMAT — Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menyampaikan pesan penting bagi ekosistem media Persyarikatan, untuk senantiasa berpijak dan menjaga nilai-nilai Muhammadiyah dalam pengelolaannya.
Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan secara virtual dalam Resepsi Milad 1 Dekade Pwmu.co, yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), pada Sabtu (25/4/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu, Haedar menekankan pentingnya menjaga koridor ideologi dalam pengelolaan media Muhammadiyah. Media-media Muhammadiyah, kata dia, sebagai bagian dari sistem besar Persyarikatan harus senantiasa membawa pandangan keagamaan yang selaras dengan prinsip tarjih serta ideologi Muhammadiyah.
“Media Muhammadiyah bukanlah lembaga yang sepenuhnya independen tanpa ikatan. Meski memiliki prinsip kebebasan, namun kebebasan tersebut harus tetap berada dalam koridor sistem, budaya, dan lingkungan Persyarikatan,” katanya.
Lebih lanjut, Haedar mengingatkan bahwa di tengah persaingan media yang kian ketat dan arus informasi yang begitu deras, maka hal yang wajar jika media berlomba-lomba untuk meraih popularitas dan jangkauan luas. Namun, ia menandaskan bahwa media-media Muhammadiyah jangan sampai kehilangan arah dan identitasnya hanya karena mengejar traffic dan popularitas tersebut.
“Boleh jadi media ingin meraih rating tinggi dan menjangkau publik yang lebih luas. Tetapi Pwmu.co dan seluruh media di lingkungan Muhammadiyah (harus) tetap berada dalam bingkai sistem besar persyarikatan,” tandas pria yang juga Guru Besar Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu.
Haedar optimistis, dengan berpegang pada nilai dan koridor yang telah ditetapkan, maka media-media di bawah naungan Muhammadiyah akan mampu terus berkembang sebagai media yang diterima luas oleh masyarakat tanpa kehilangan jati diri.
Lebih jauh, Haedar menegaskan bahwa media-media Muhammadiyah selain sebagai corong informasi juga mengemban misi dakwah untuk umat, yang menurutnya sangat tidak mudah. “Karena umat itu sendiri tumbuh dalam heterogenitas,” katanya.
Sebab itu, Haedar berharap supaya media-media Muhammadiyah tetap konsisten dalam mengemban misi dakwah dan tajdid untuk umat, bangsa, hingga kemanusiaan universal. “Insya Allah dengan menjaga nilai dan koridor tersebut, kita dapat terus hadir sebagai media pencerahan yang membawa misi dakwah Muhammadiyah,” harapnya.














