Kemiskinan Ekstrem Turun, 2,2 Juta Warga Masih Rentan

kemiskinan ekstrem turun

MAKLUMAT — Pemerintah melaporkan penurunan tajam angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Jumlah penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem tercatat menyusut dari 3,56 juta orang menjadi 2,2 juta jiwa.

Penurunan kemiskinan ekstrem itu juga terlihat dari persentasenya. Jika pada Maret 2024 berada di level 1,26 persen, pada September 2025 turun menjadi 0,78 persen. Capaian ini disebut sebagai hasil penguatan program kedaulatan pangan, intervensi bantuan sosial, dan pembenahan tata kelola anggaran pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan penurunan kemiskinan ekstrem didorong perubahan arah kebijakan fiskal yang lebih fokus pada kebutuhan riil masyarakat, terutama kelompok rentan seperti petani dan nelayan.

“Program yang paling berdampak antara lain makan bergizi gratis serta penguatan kedaulatan pangan. Ketersediaan pupuk yang lebih terjamin telah meningkatkan produktivitas petani, tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani. Hal serupa juga dirasakan oleh nelayan,” ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah menilai program penguatan sektor pangan menjadi salah satu kunci menekan kemiskinan ekstrem. Ketika produktivitas petani meningkat dan pendapatan nelayan membaik, daya beli masyarakat bawah ikut terdorong.

Baca Juga  Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Sri Wahyuni: Dorongan Nyata Petani Lebih Produktif dan Sejahtera

Selain itu, efisiensi anggaran disebut menjadi instrumen penting agar program pengentasan kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan belanja negara tidak bocor ke pos-pos yang kurang prioritas.

“Dengan efisiensi, pola skala prioritas menjadi lebih jelas dan sesuai kebutuhan riil masyarakat. Ini penting agar tidak terjadi pemborosan anggaran di luar prioritas,” kata Muhaimin.

Masih Ada 2,2 Juta Penduduk Miskin Ekstrem

Meski tren kemiskinan ekstrem menunjukkan penurunan, pekerjaan rumah pemerintah belum selesai. Dalam evaluasi tingkat menteri, sekitar 0,48 persen penduduk berhasil keluar dari kategori tersebut, namun masih ada 2,2 juta jiwa yang hidup dalam kondisi sangat rentan.

Pemerintah menegaskan intervensi program penghapusan kemiskinan ekstrem akan terus diperkuat, mulai dari bantuan tepat sasaran, penguatan ekonomi desa, hingga perluasan akses pangan dan pekerjaan produktif.

Upaya menekan kemiskinan ekstrem dinilai menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan, sekaligus ujian bagi kebijakan ekonomi agar benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.*