Vladimir Putin Puji Perlawanan Iran, Tegaskan Rusia Siap Bela Kepentingan Teheran

Vladimir Putin puji perlawanan Iran

MAKLUMAT — Presiden Rusia Vladimir Putin puji perlawanan Iran, serta melontarkan dukungan terbuka kepada Teheran di tengah memanasnya konflik teluk. Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg, Senin (27/4), Putin memuji rakyat Iran yang dinilainya berjuang dengan gagah berani demi mempertahankan kedaulatan nasional mereka.

Putin menyebut rakyat Iran telah menunjukkan keberanian dan semangat heroik dalam menghadapi tekanan militer dari luar negeri. Kremlin, kata dia, memandang daya tahan Iran sebagai bukti kokohnya fondasi negara itu di tengah guncangan geopolitik yang berat.

“Rakyat Iran berjuang dengan berani dan heroik untuk kedaulatan mereka,” kata Putin, seperti dikutip dari Press TV, Senin (27/4).

Presiden Rusia itu juga menegaskan Moskow akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga kepentingan Iran dan negara-negara lain di kawasan. Rusia, lanjut Putin, ingin mendorong pemulihan stabilitas dan mempercepat terciptanya perdamaian di Asia Barat.

Dikutip dari Sputnik, Putin menyatakan Rusia siap melakukan segala upaya yang sejalan dengan kepentingan Iran dalam konteks konflik di Timur Tengah. “Dari pihak kami, kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda dan kepentingan semua rakyat di kawasan ini agar perdamaian dapat tercapai sesegera mungkin,” ujar Putin.

Baca Juga  Dorong Perjanjian Ekstradisi dengan Rusia, Fraksi Partai Golkar DPR RI: Senjata Baru Berantas Korupsi dan Narkotika

Putin juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan tertulis dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada pekan lalu. “Pada awal percakapan, saya ingin mencatat bahwa minggu lalu saya menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Putin dalam pembicaraan dengan Araghchi.

Ia berharap rakyat Iran mampu melewati masa ujian dan kesulitan ini serta segera menyongsong perdamaian. “Sampaikan kepada Pemimpin Tertinggi ucapan terima kasih atas pesan ini, serta harapan terbaik, kesehatan, dan kesejahteraan,” kata Putin kepada Araghchi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di St. Petersburg untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia. Dalam pertemuan itu, Araghchi menyampaikan apresiasi atas dukungan Moskow kepada Teheran.

Ia memuji hubungan Iran dan Rusia sebagai kemitraan strategis yang akan terus menguat. “Telah terbukti kepada seluruh dunia bahwa rakyat Iran, melalui perlawanan dan keberanian mereka, mampu menahan serangan dan agresi Amerika Serikat, dan akan mampu melewati periode ini,” ujar Araghchi.

Iran Sebut Rusia Sekutu Strategis

Dalam pertemuan yang sama, Araghchi menegaskan Rusia merupakan sekutu strategis bagi Iran. Menurut dia, konsistensi dukungan Moskow menunjukkan eratnya hubungan kedua negara di tengah meningkatnya tekanan geopolitik.

Baca Juga  Apa Isi Percakapan Prabowo dan Putin di Istana Kremlin?

Araghchi menilai rakyat Iran telah menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menghadapi tekanan militer. Dunia, kata dia, kini melihat Iran sebagai negara yang stabil, kuat, dan mampu bertahan menghadapi gempuran kekuatan besar.

“Iran memiliki teman dan sekutu besar seperti Rusia,” ujar Araghchi.

Diplomat senior Iran itu juga menyampaikan salam dari Pemimpin Revolusi Iran kepada Putin, sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi erat Moskow-Teheran dalam merespons dinamika regional.

Konflik Iran-AS-Israel Memanas

Ketegangan kawasan meningkat setelah perang terbuka antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel. Konflik itu memicu rangkaian serangan balasan besar-besaran dari Teheran melalui Operasi True Promise 4, yang melibatkan peluncuran rudal balistik, rudal hipersonik, dan drone ke sejumlah target militer Amerika Serikat serta posisi Israel di kawasan.

Meski Pakistan sempat memediasi gencatan senjata sementara, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Di tengah situasi yang masih panas, pertemuan Putin dan Araghchi mengirim pesan politik yang kuat: Rusia tetap berdiri di belakang Iran, sementara Teheran terus menggalang dukungan sekutu strategis untuk menghadapi tekanan geopolitik yang belum mereda. ***