PWM Jawa Barat Perkuat Kampanye Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan Anak Muda Lintas Iman

PWM Jawa Barat

MAKLUMAT— Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat mendorong generasi muda lintas iman untuk aktif membangun kerukunan sekaligus menghadirkan gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan melalui aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris PWM Jawa Barat, Dr. Iu Rusliana, saat membuka kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community di Universitas Aisyiyah Bandung, Ahad (10/5/2026).

Dalam sambutannya, Iu Rusliana mengapresiasi keterlibatan anak muda dalam gerakan lintas iman yang mengangkat isu kerukunan, keadilan ekologis, dan kepedulian lingkungan.

“Saya percaya masa depan ada di tangan kaum muda. Karena itu, semangat kebersamaan lintas iman, kerukunan, dan kepedulian lingkungan yang dibangun anak muda hari ini harus terus dijaga dan diperkuat bersama,” ujarnya.

Menurutnya, forum seperti Eco Bhinneka Campaigners Community menjadi ruang penting untuk memperkuat nilai ideologis kader muda Muhammadiyah sekaligus membangun jejaring pergaulan yang inklusif di tengah keberagaman masyarakat.

Iu Rusliana menilai persoalan lingkungan kini semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari krisis sampah hingga perubahan iklim global. Karena itu, ia menegaskan perlunya perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari solusi bersama.

“Persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, menjadi tantangan nyata yang perlu direspons bersama melalui perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah terhadap pelestarian lingkungan, PWM Jawa Barat mulai menerapkan langkah efisiensi dan pengurangan sampah dalam tata kelola organisasi. Salah satunya dengan membatasi penggunaan dokumen cetak dan mendorong digitalisasi administrasi.

“Kalau tidak ada konsekuensi hukum, cukup dalam bentuk PDF saja. Tidak perlu dicetak. Ini bagian dari efisiensi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, PWM Jawa Barat juga tengah menyusun buku bertema Dakwah Ekologi sebagai bagian dari penguatan perspektif keislaman dan lingkungan di Muhammadiyah. Iu Rusliana membuka ruang kolaborasi bagi kader muda Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk ikut berkontribusi dalam proses penulisan buku tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia turut merekomendasikan buku Hot, Flat, and Crowded karya Thomas L. Friedman sebagai salah satu bacaan penting untuk memahami krisis lingkungan global.

Menurutnya, dunia saat ini menghadapi kondisi bumi yang semakin panas akibat krisis iklim, semakin “datar” karena keterhubungan global, serta semakin padat akibat pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat.

Ia juga menyoroti berbagai konflik dan perebutan sumber daya alam di berbagai belahan dunia yang dinilai tidak terlepas dari persoalan keserakahan manusia terhadap energi dan sumber daya bumi yang terbatas.

Iu Rusliana mengajak peserta kembali mempelajari Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHWIM), khususnya poin mengenai “Kehidupan dalam Melestarikan Lingkungan”. Menurutnya, Muhammadiyah telah menegaskan bahwa lingkungan hidup merupakan anugerah Allah SWT yang wajib dipelihara dan tidak boleh dirusak.

Ia menekankan bahwa setiap muslim memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian sumber daya alam, menghindari tindakan yang merusak lingkungan, membangun budaya hidup bersih dan sehat, serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar terhadap berbagai bentuk eksploitasi alam.

“Manusia bukan hanya hamba, tetapi juga khalifah yang bertugas memakmurkan bumi. Karena itu, kita harus membatasi diri dari sikap serakah yang merusak lingkungan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Iu Rusliana juga membagikan praktik sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti merawat tanaman di rumah sebagai upaya menghadirkan lebih banyak sumber oksigen dan menciptakan ruang hidup yang sehat.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.

Menutup sambutannya, ia mendorong peserta untuk terus bergerak, memperluas jejaring lintas identitas, dan memperkuat penyebaran pesan-pesan kebaikan melalui media digital.

“Terus bergerak, sesederhana dan sekecil apa pun langkahnya. Karena itu adalah kebaikan yang akan berbuah menjadi kekuatan penyebaran kebenaran dan keberkahan,” pungkasnya.

Kegiatan Eco Bhinneka Campaigners Community merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang dijalankan Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Program tersebut berfokus pada penguatan kepemimpinan anak muda lintas iman dalam isu keadilan iklim, kerukunan, dan kepedulian lingkungan berbasis nilai ekofeminisme.

Sebanyak 20 anak muda lintas iman mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.***