Dokter Tirta Sentil Cara Pejabat Publik Hadapi Kritik

Dokter Tirta

MAKLUMAT — Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Dokter Tirta membagikan pandangannya menyusul polemik antara Dino Patti Djalal dan Teddy Indra Wijaya. Ia menyoroti cara pejabat publik merespons kritik yang beredar di media sosial.

Menurutnya, respons terhadap kritik yang menggeser fokus isu utama ke arah personal adalah sebuah kesalahan. Ia menilai pejabat publik sebaiknya lebih hati-hati dalam menangani kritik.

Reaksi yang impulsif seperti ini, menurutnya berisiko mengubah perdebatan substantif menjadi serangan personal. Pendekatan seperti itu juga dapat menghilangkan inti dari kritik yang disampaikan.

“Sedikit advice untuk tim kabinet dan pejabat. Tolong jika lain kali ketika ada video kritik yang viral, jangan buru-buru direspons. Bedah per menit, respons dengan data. Hindari bahasan personal,” tulisnya melalui akun X pribadinya @tirta_cipeng pada Rabu (3/6/2026).

Dokter Tirta lalu mencontohkan bahasan personal seperti “lama kerja” atau “lawan politik” yang kerap muncul. Menurutnya, hal seperti ini adalah pola respons yang dapat mengalihkan perhatian dari inti permasalahan.

“Usahakan pake teori burger, terima advice-nya. Baru respons kritikannya dengan proper,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa pola ini seperti ini sudah terjadi berkali-kali dilakukan oleh sejumlah pejabat publik. Dokter Tirta berharap komunikasi publik mereka segera diperbaiki.

Baca Juga  Dahnil Posting Video Kenakan Rompi Wamen Haji, Begini Tanggapan Netizen

“Sayang, peluang diskusi hal bagus di publik, jadi digeser ke personal. Isunya otomatis akan bergeser,” ujarnya.

Dokter Tirta lalu menegaskan budaya respons kritik semacam ini sebenarnya tidak hanya terjadi di level pejabat publik. Fenomena serupa juga muncul di perusahaan ketika ada kritik influencer.

Ia mengamati bahwa selama ini, ada sejumlah kritik yang disampaikan dengan baik namun kerap dibalas dengan serangan personal. Padahal, kritik yang disampaikan secara proper justru dapat membawa manfaat besar.

Dokter Tirta sendiri mengaku bahwa dirinya dapat berubah sampai di titik ini, salah satunya adalah berkat berbagai masukan dari netizen. “Aku termasuk yang bisa berubah berkat kritikan netizen,” tulisnya.

Dokter Tirta lantas berpesan bahwa selama kritik disampaikan dengan baik, tidak menyerang pribadi, dan tidak mengandung penghinaan, maka kritik tersebut sebenarnya dapat menjadi wawasan baru yang berharga.

“Selama kritikan disampaikan proper, tidak serang personal apalagi penghinaan, menurutku kritikan itu bisa jadi insight baru bagi kita. Tapi ketika kita cepat marah dan impulsif, agak repot,” pungkasnya.