MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Klaten resmi meluncurkan hotel pertama milik dan dikelola Aisyiyah, Aisyi Tower Klaten, Selasa (16/6/2026). Kehadiran hotel tersebut menjadi tonggak baru pengembangan amal usaha ekonomi Aisyiyah sekaligus menandai masuknya organisasi perempuan Muhammadiyah itu ke sektor perhotelan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengapresiasi keberanian PDA Klaten menghadirkan amal usaha pertama Aisyiyah di bidang perhotelan.
“Ini amal usaha pertama Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan luar biasa dalam pengembangan amal usaha ekonomi,” ujarnya saat soft launching.
Salmah menegaskan bahwa setiap amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah harus mampu menghasilkan keuntungan untuk mendukung terwujudnya tujuan persyarikatan.
“Amal usaha harus profit, tidak boleh rugi. Namun keuntungan itu harus dikembalikan dan diinvestasikan untuk mewujudkan tujuan organisasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar Aisyi Tower tidak semata menjadi unit bisnis, melainkan sarana dakwah yang menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan melalui pelayanan yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, menjelaskan bahwa Aisyi Tower merupakan hasil ikhtiar panjang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
“Kami berharap Aisyi Tower memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Untuk keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel melibatkan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, menyebut Aisyi Tower sebagai simbol kemandirian ekonomi perempuan Muhammadiyah yang dibangun melalui konsolidasi internal tanpa bergantung pada pembiayaan perbankan.
Selain menyediakan layanan akomodasi, hotel tersebut mengusung konsep hotel literasi dengan menghadirkan berbagai bahan bacaan dan ruang edukatif bagi para tamu.
Prospek Cerah Bisnis Perhotelan di Klaten
Kehadiran Aisyi Tower dinilai sejalan dengan meningkatnya prospek bisnis perhotelan di Kabupaten Klaten. Berada di koridor strategis Solo–Yogyakarta, Klaten kini tidak lagi sekadar menjadi daerah transit, tetapi mulai berkembang sebagai tujuan wisata dan kegiatan bisnis.
Pertumbuhan destinasi wisata air atau umbul seperti Umbul Ponggok, Umbul Manten, dan Umbul Pelem, ditambah berkembangnya wisata lereng Merapi, terus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Klaten.
Di sisi lain, keberadaan kawasan cagar budaya seperti Candi Prambanan dan Candi Plaosan, serta berbagai agenda keagamaan dan kegiatan organisasi berskala nasional, turut menciptakan kebutuhan akomodasi yang semakin besar.
Meski demikian, jumlah hotel modern dan representatif di Klaten masih relatif terbatas dibandingkan Kota Yogyakarta maupun Surakarta. Kondisi ini membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan hotel berbintang, hotel keluarga, maupun fasilitas pertemuan atau MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Segmen hotel syariah dan ramah keluarga menjadi salah satu pasar yang dinilai paling potensial. Selain itu, konsep boutique hotel, eco-resort, hingga hotel berbasis komunitas dan literasi juga memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman menginap yang berbeda.
Namun pelaku usaha tetap menghadapi tantangan berupa persaingan dengan homestay dan cottage di kawasan wisata, serta tuntutan kualitas layanan yang harus mampu bersaing dengan hotel-hotel di Solo dan Yogyakarta.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan masih terbukanya pasar akomodasi modern, peluncuran Aisyi Tower menjadi sinyal bahwa sektor perhotelan Klaten memiliki prospek yang menjanjikan, baik sebagai instrumen bisnis maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.***












