Penampilan Tapak Suci Curi Perhatian Pengunjung CFD ABANK Asembagus

tapak suci

MAKLUMAT — Hentakan musik gamelan mengiringi langkah para pesilat Tapak Suci 043 Cabang Arta Jaya Asembagus saat memasuki area pertunjukan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) ABANK Asembagus, Situbondo, Ahad (7/6/2026). Atraksi bela diri tradisional itu segera menarik perhatian pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.

Penampilan para murid Tapak Suci tidak hanya mengundang kerumunan penonton di sekitar panggung matras, tetapi juga menjadi salah satu sajian yang paling banyak mendapat perhatian sepanjang kegiatan berlangsung.

Sejumlah pengunjung terlihat menghentikan aktivitas mereka untuk menyaksikan rangkaian gerakan pencak silat yang ditampilkan.

“Dengan adanya penampilan budaya seperti pencak silat ini, pengunjung jadi lebih ramai dan omzet kami ikut meningkat,” ujar Ibu Arik, salah satu pedagang di lapak CFD ABANK Asembagus.

Sejumlah pengunjung lainnya, menilai bahwa kehadiran pertunjukan Tapak Suci dinilai memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi di kawasan CFD. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membuka lapak di lokasi merasakan peningkatan jumlah pengunjung selama acara berlangsung.

Selain pertunjukan pencak silat, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan lain untuk memeriahkan CFD. Siswa-siswi TK ABA 1 tampil membawakan senam kesehatan, sementara pengunjung mengikuti senam bersama yang digelar di area utama kegiatan.

Baca Juga  Buka Sidang Tanwir Muktamar ke-16 Tapak Suci, Agung Danarto Tekankan Akhlak Organisasi

Rangkaian kegiatan tersebut membuat suasana CFD berlangsung lebih hidup. Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur menikmati hiburan sekaligus memanfaatkan ruang publik yang disediakan setiap pekan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keterlibatan kelompok seni dan budaya lokal dinilai mampu menambah daya tarik kegiatan CFD. Kehadiran atraksi budaya juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus melestarikan kesenian daerah.

“Potensi budaya lokal seperti ini perlu terus diberi ruang dalam kegiatan masyarakat karena manfaatnya tidak hanya untuk pelestarian budaya, tetapi juga UMKM dan perekonomian warga,” jelas pengunjung lainnya.

*) Penulis: Agus Ariyanto