MAKLUMAT – Menjelang usia ke-25 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan ratusan anggota Fraksi Demokrat DPRD se-Indonesia agar tidak terjebak pada simbol jabatan. Ukuran keberhasilan kader adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui kerja legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Arahan tersebut disampaikan ketua umum Partai Demokrat itu saat membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Gelombang I yang digelar di Museum dan Galeri Seni SBY-Ani, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026) malam. Bimteknas mengusung tema “Konsolidasi Nasional Menyongsong 25 Tahun Partai Demokrat, Meningkatkan Kapasitas dalam Melanjutkan Pengabdian dan Perjuangan untuk Rakyat”.
Sebanyak 315 anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari 13 provinsi mengikuti kegiatan tersebut. Bimteknas dijadwalkan berlangsung selama empat hari sebagai bagian dari agenda penguatan kapasitas kader legislatif.
Pembukaan kegiatan dilakukan AHY melalui konferensi video. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, serta Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut menghadiri rangkaian agenda internal partai di kampung halamannya, Pacitan.
Dalam arahannya, AHY menegaskan bahwa keberhasilan kader tidak diukur dari jabatan politik yang dimiliki, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kehadiran kader di tengah rakyat harus diwujudkan melalui kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
”Rakyat tidak mengenal kita dari jabatan yang kita sandang, tetapi dari manfaat yang kita hadirkan. Apa yang saudara-saudara kerjakan merupakan wajah Partai Demokrat di mata rakyat,” ujar AHY.
AHY menekankan bahwa anggota DPRD memiliki tanggung jawab strategis dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut harus diarahkan sepenuhnya untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurut AHY, pembangunan nasional harus diterjemahkan di daerah melalui kebijakan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, memperluas akses layanan kesehatan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Ia mengajak seluruh legislator Partai Demokrat agar aktif memperjuangkan setiap kebijakan daerah yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan generasi muda.
Sarana Pengabdian
Partai Demokrat, kata dia, harus hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya ketika memasuki masa kampanye maupun menjelang pemilihan umum. Menurut AHY, konsistensi pelayanan kepada masyarakat merupakan modal utama membangun kepercayaan publik.
”Gunakan fungsi legislasi untuk melahirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Gunakan fungsi penganggaran agar setiap rupiah APBD memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Gunakan pula fungsi pengawasan untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif, bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas AHY.
Ia menambahkan bahwa politik merupakan sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata perebutan kekuasaan. Oleh sebab itu, kader Partai Demokrat didorong menghadirkan solusi yang nyata terhadap berbagai persoalan publik melalui kerja yang terukur dan bertanggung jawab.
Partai Demokrat akan tetap mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat. Di sisi lain, partai juga akan menyampaikan kritik secara objektif, konstruktif, dan bertanggung jawab apabila diperlukan sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat.
”Politik yang dewasa adalah mendukung kebijakan yang membawa manfaat bagi rakyat sekaligus memberikan masukan secara bertanggung jawab ketika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki,” kata AHY.
Selain memperkuat kualitas kerja anggota legislatif, AHY meminta seluruh kader menjaga soliditas organisasi melalui semangat trust and togetherness. Menurutnya, persatuan internal, komunikasi yang santun, serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi fondasi penting dalam memperkuat organisasi partai.
Momentum menjelang usia ke-25 Partai Demokrat, lanjut AHY, harus dijadikan kesempatan untuk memperbarui komitmen perjuangan. Ia menilai masa depan partai sangat ditentukan oleh kualitas pengabdian kader kepada masyarakat pada masa sekarang, bukan semata-mata oleh pencapaian di masa lalu.
”Ketika rakyat mengatakan Demokrat hadir saat mereka membutuhkan, bekerja saat mereka menghadapi kesulitan, dan tidak meninggalkan mereka ketika membutuhkan harapan, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” ujar AHY.
Peningkatan Kompetensi Legislator Demokrat
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, Bimteknas menjadi bagian dari upaya partai meningkatkan kompetensi anggota fraksi dalam menjalankan tugas konstitusional di daerah. Menurutnya, anggota legislatif merupakan ujung tombak perjuangan partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui lembaga perwakilan.
”Kami ingin seluruh anggota fraksi memiliki kapasitas yang semakin kuat dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di daerah masing-masing,” ujarnya.
Bimteknas Gelombang I diikuti peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Banten, dan Kalimantan Timur. Selain Sekjen Partai Demokrat, pembukaan kegiatan turut dihadiri Kepala Badan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Partai Demokrat Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Ketua Steering Committee Renanda Bachtar, Wasekjen Jemmy Setiawan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, serta Ketua Panitia Bimteknas Harlans Muharraman Fachra. Selama pelaksanaan, materi difokuskan pada penguatan fungsi legislasi, pengelolaan APBD, dan pengawasan sebagai bekal anggota DPRD dalam mengawal aspirasi masyarakat di daerah masing-masing. (*)
Penulis: Edi Susanto













