MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengajak kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menjadikan organisasi sebagai ruang untuk membentuk karakter dan melatih tanggung jawab.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jatim di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026).
PW IPM Jatim menggelar Musywil XXIV pada 3-5 Juli 2026 dengan mengusung tema Kiprah Pelajar Gerbang Baru Nusantara. Agenda dua tahunan itu diikuti kader IPM dari berbagai daerah di Jatim dan menjadi forum regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Yang membedakan seorang yang dewasa dan tidak sebenarnya hanya satu yang paling penting, yakni tanggung jawab,” pesan Emil Dardak.
Emil Dardak mengatakan tanggung jawab tidak muncul begitu saja, tetapi harus dibentuk melalui pengalaman. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam organisasi menjadi salah satu cara untuk belajar memikul amanah dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan.
Ia menilai kedewasaan tidak cukup diukur dari usia, melainkan dari kematangan karakter yang terus ditempa dalam proses berorganisasi.
“Kalau kepada organisasi sudah siap bertanggung jawab maka saya optimis kepada bangsa dan negara teman-teman juga sudah siap bertanggung jawab. Itu yang penting,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Emil Dardak juga menegaskan Pemerintah Provinsi Jatim mendukung organisasi kepemudaan dan pelajar yang berperan membentuk karakter generasi muda. Ia menyebut Musywil bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga bagian dari proses regenerasi dan estafet kepemimpinan di tubuh IPM Jatim.
Ia turut mengapresiasi kepengurusan PW IPM Jatim selama dua tahun terakhir. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting bagi para pelajar karena tidak hanya menambah rekam jejak, tetapi juga membentuk karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan bangsa.
Emil Dardak juga mengingatkan agar kemampuan intelektual selalu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat sehingga ilmu yang dimiliki dapat memberi manfaat.
“Dan salah satu cara untuk tahu kehidupan nyata adalah dengan berkhidmat di IPM. Tidak ada kesalahan bahwa waktu yang dihidmatkan untuk IPM ini insyaallah akan menjadi sebuah investasi masa depan yang terbaik,” jelasnya.
Musywil XXIV PW IPM Jatim diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang dapat melanjutkan program organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kader pada periode berikutnya.
“Selamat pelaksanaan Musyawarah Wilayah IPM Jatim dan semoga Musywil ini akan melahirkan generasi-generasi kepengurusan yang bagus dan terus semakin bagus lagi ke depannya,” pungkasnya.
*) Penulis: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi













