MAKLUMAT — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof Dr A Dzo’ul Milal MPd, menyampaikan sejumlah pesan penting tentang kepemimpinan dalam Pelantikan Rizqi Hidayat MPd Gr CHRM sebagai Kepala SD Muhammadiyah 1 Candi (M1CA) periode 2026-2030, pada Sabtu (4/7/2026).
Mengawali sambutannya, Milal mencairkan suasana dengan sebuah pantun. “Manuk gelathik ngombe dawet, mari dilantik langsung satset watwet,” selorohnya disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.
Ia menyebut, pantun tersebut mengandung pesan bahwa setelah dilantik seseorang tidak perlu menunggu instruksi untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Namun, kecepatan dalam bekerja tetap harus disertai ketepatan.
“Satset watwet itu bukan berarti asal cepat. Tetapi memiliki kepekaan terhadap kebutuhan organisasi, memahami apa yang harus dilakukan, lalu bergerak dengan tepat,” ujarnya.
Filosofi Kereta Api
Lebih lanjut, Milal menyampaikan filosofi kereta api sebagai gambaran kepemimpinan yang dinilainya relevan diterapkan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Kereta api, kata dia, dapat melaju dengan baik karena berjalan di atas rel yang telah ditetapkan.
“Kereta api tidak berjalan ke mana-mana sesuka hati. Ia berjalan di atas rel. Begitu juga kepala sekolah harus berjalan sesuai rel yang ada,” jelasnya.
Rel yang dimaksud, lanjutnya, adalah kepatuhan terhadap sistem dan regulasi yang menjadi landasan penyelenggaraan sekolah. Kepala sekolah harus menjalankan tugas sesuai ketentuan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Muhammadiyah, hingga regulasi Dinas Pendidikan setempat.
Selain itu, ia menekankan bahwa SD M1CA juga harus mematuhi kebijakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengingat bahwa SD M1CA merupakan laboratorium pendidikan (labschool) Umsida dalam ekosistem pengembangan pendidikan kampus tersebut.
“Kepatuhan terhadap rel inilah yang membuat perjalanan organisasi tetap berada pada jalurnya dan mampu mencapai tujuan dengan baik,” tandas Milal.
Selain kepatuhan terhadap aturan, ia juga menyoroti pentingnya kedisiplinan. Menurutnya, karakter tersebut dapat dicontoh dari kereta api yang memiliki jadwal perjalanan yang jelas.
“Kereta api itu on time. Ia disiplin. Ketika waktunya berangkat, maka berangkat. Kalau ada yang terlambat, ya ditinggal,” tegasnya.
Tak cuma itu, Milal juga menekankan pentingnya ketegasan dalam memimpin lembaga pendidikan. Ia mengibaratkan hambatan organisasi sebagai rintangan yang dapat mengganggu perjalanan kereta api apabila tidak segera diselesaikan.
“Kalau di perjalanan ada truk yang menghalangi rel, kereta tidak bisa berhenti terus. Hambatan harus dihadapi dan diselesaikan agar perjalanan tetap sampai pada tujuan,” jelasnya.
Milal berharap kepemimpinan baru di SD Muhammadiyah 1 Candi mampu menjalankan amanah dengan cepat, disiplin, patuh terhadap sistem yang berlaku, serta memiliki ketegasan dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan.***
*) Penulis: Devita / SD M1CA













